Wali Kota Ambon Resmikan TPS EcoLife, Targetkan 2-3 Bank Sampah di Setiap Desa

Penulis: Luqman Arif  •  Senin, 11 Mei 2026 | 20:10:06 WIB
Wali Kota Ambon meresmikan TPS EcoLife sebagai model pengelolaan sampah terpadu di Kota Ambon.

AMBON — Wali Kota Bodewin Wattimena menargetkan setiap desa, negeri, dan kelurahan di Kota Ambon memiliki dua hingga tiga bank sampah unit yang terintegrasi. Target itu ia sampaikan saat meresmikan TPS EcoLife “Merdeka dari Sampah” di kawasan Taman Pattimura, Senin (11/5/2026).

Mengapa TPS EcoLife Bukan Sekadar Seremonial?

Wattimena menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan pemerintah sendirian. “Pemerintah bisa mengangkut dan membuang sampah, tetapi menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan pola pikir warga menjadi kunci utama menciptakan kota yang bersih. TPS EcoLife dirancang sebagai model pengelolaan terpadu yang bisa direplikasi di seluruh wilayah Ambon.

Kolaborasi Lintas Sektor: PNM hingga Bank Sampah

Peresmian TPS EcoLife melibatkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Jasa Raharja, dan Bank Sampah Induk Lestari. Sinergi ini menjadi bentuk dukungan lintas sektor terhadap program pengelolaan sampah berkelanjutan di ibu kota Provinsi Maluku tersebut.

Saat ini, Pemkot Ambon juga menjalankan Gerakan Tambahan—program Ambon Bersih, Asri, Hijau, dan Nyaman—sebagai bagian dari program nasional Indonesia Asri. Fokus program meliputi penyediaan sarana-prasarana, penguatan sumber daya manusia, dan kolaborasi multipihak.

Target: Sampah Berkurang Drastis Sebelum ke TPA

Wali Kota Bodewin optimistis jika setiap desa atau kelurahan memiliki bank sampah unit yang terintegrasi, volume sampah bisa ditekan signifikan sebelum sampai ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). “Kalau setiap desa atau kelurahan memiliki dua sampai tiga bank sampah unit yang terintegrasi, maka kita bisa mengurangi sampah dalam jumlah besar sebelum sampai ke TPA,” katanya.

Pemkot berharap TPS EcoLife mendorong lahirnya gerakan kolektif membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik. “Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Hari ini kita mulai dari sampah, dan dari sini kita ingin melihat Ambon benar-benar berubah menjadi kota yang bersih, sehat, dan nyaman,” tutup Bodewin.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: ambontoday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top