MGUSD diterbitkan oleh Bridge — perusahaan infrastruktur stablecoin yang baru diakuisisi Stripe — dengan kontrak pintar dari M0 dan dompet digital dari Fireblocks. Uang digital ini akan tertanam langsung di aplikasi MoneyGram, memungkinkan pengguna menyimpan saldo dolar di dompet yang mereka kendalikan sendiri, lalu mentransfernya melalui jaringan pembayaran global perusahaan.
CEO MoneyGram Anthony Soohoo menyebut MGUSD sebagai fondasi untuk membangun aplikasi masa depan di atas jaringannya yang menjangkau hampir 500.000 titik ritel. "Kami membangun stablecoin ini untuk pelanggan kami, untuk keluarga yang mengirim uang ke rumah, dan untuk miliaran orang di dunia yang akses keuangannya terbatas," kata Soohoo dalam pernyataan resmi.
Langkah MoneyGram bukan sekadar eksperimen. Sektor stablecoin kini menjadi salah satu segmen kripto dengan pertumbuhan tercepat. Bank investasi Citi memproyeksikan kapitalisasi pasar stablecoin bisa melonjak dari 300 miliar dolar AS saat ini menjadi 4 triliun dolar AS pada 2030.
Daya tarik utama stablecoin dalam pengiriman uang adalah kecepatan dan biaya. Berbeda dengan sistem perbankan konvensional yang membutuhkan waktu berhari-hari dan biaya tinggi untuk transfer lintas negara, transaksi stablecoin bisa diselesaikan dalam hitungan detik dengan biaya hampir nol, 24 jam sehari tanpa hari libur.
MoneyGram bukan pemain pertama yang menapaki jalur ini. PayPal telah meluncurkan stablecoin PYUSD melalui kemitraan dengan Paxos, sementara Western Union bekerja sama dengan Anchorage Digital. SoFi baru-baru ini mengumumkan stablecoin buatan sendiri, SoFiUSD.
Peluncuran MGUSD merupakan puncak dari hubungan MoneyGram dengan Stellar Development Foundation yang sudah berjalan lima tahun. Keduanya sebelumnya telah menguji coba layanan remitansi bertenaga stablecoin.
"Stellar dibangun untuk utilitas dunia nyata dalam skala institusional," ujar CEO Stellar Development Foundation Denelle Dixon. "MGUSD adalah tonggak berikutnya yang membuktikan apa yang bisa dicapai blockchain yang dirancang untuk tujuan tertentu jika dipasangkan dengan jaringan pembayaran tepercaya."
Bagi pengguna di Indonesia, layanan ini belum tersedia dalam waktu dekat. MoneyGram masih fokus pada peluncuran di AS sebelum memperluas jangkauan secara global. Namun, jika stablecoin benar-benar mampu menekan biaya kirim uang dari pekerja migran Indonesia — yang mencapai lebih dari 10 miliar dolar AS per tahun — dampaknya bisa signifikan bagi ekonomi rumah tangga di daerah.