AMBON — Sebanyak 14 ton daging ayam beku asal Surabaya menjalani pemeriksaan ketat oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku sebelum akhirnya diizinkan beredar di pasaran. Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan menyatakan seluruh rangkaian pengawasan dilakukan untuk menjamin keamanan pangan asal hewan yang masuk ke wilayah kepulauan tersebut.
"Kami memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat melalui pemeriksaan fisik dan suhu yang ketat untuk menjaga keamanan pangan," kata Willy di Ambon, Kamis.
Petugas karantina tidak hanya memeriksa dokumen kesehatan veteriner, tetapi juga kondisi fisik produk dan rantai dingin selama pengiriman. Verifikasi suhu penyimpanan menjadi poin krusial karena daging ayam beku harus berada dalam kondisi beku stabil sepanjang perjalanan dari Surabaya ke Maluku.
Setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai dan dinyatakan memenuhi persyaratan teknis karantina, 14 ton daging ayam beku tersebut langsung diberikan izin distribusi. Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat di Maluku yang terus meningkat.
Willy menjelaskan, pengawasan terhadap lalu lintas media pembawa produk hewan merupakan bagian dari tugas dan fungsi karantina untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya penyakit hewan yang dapat mengancam kesehatan masyarakat maupun sektor peternakan. Kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
"Setiap pemasukan produk hewan wajib melalui tindakan karantina untuk memastikan keamanan, kesehatan, dan kelayakannya sebelum beredar di masyarakat. Hal ini penting untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan," ujarnya.
Selain aspek kesehatan hewan, pengawasan karantina juga bertujuan menjaga mutu pangan asal hewan yang beredar di pasaran agar sesuai dengan standar keamanan pangan yang berlaku. BKHIT Maluku berkomitmen memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang masuk ke wilayah Maluku sebagai bagian dari upaya menjaga biosekuriti daerah.
"Kami berkomitmen mengawal keamanan pangan sekaligus memberikan layanan karantina yang cepat, profesional, dan akuntabel bagi seluruh pengguna jasa," kata Willy.