Wali Kota Ambon Ultimatum Kepala Sekolah Tolak Semua Titipan Siswa di SPMB, Ancaman Manipulasi KK Juga Disorot

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 15:37:31 WIB
Wali Kota Ambon tegas melarang praktik titip-menitip siswa dalam proses SPMB.

AMBON — Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, memerintahkan seluruh kepala sekolah untuk tidak gentar menolak intervensi dari pihak mana pun yang mengatasnamakan dirinya dalam proses SPMB. Ia menegaskan bahwa tidak ada praktik titip-menitip siswa yang dikehendaki oleh Pemerintah Kota Ambon.

“Jangan bawa isu-isu sembarangan. Tidak ada urusan, tidak ada titipan Wali Kota. Ngapain saya urus SD dan SMP? Tidak ada itu,” tegas Wattimena kepada wartawan.

Pakta Integritas Jadi Pedoman, Kepala Sekolah Diminta Lapor

Menurut Wattimena, seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Kota Ambon telah menandatangani pakta integritas untuk mendukung pelaksanaan SPMB yang transparan, objektif, dan akuntabel. Ia meminta para kepala sekolah tidak takut menghadapi pihak yang mencoba mempengaruhi proses penerimaan dengan mengatasnamakan pejabat daerah.

“Saya bilang kepada seluruh kepala sekolah di Kota Ambon, tidak usah takut. Kalau ada yang datang membawa nama Wali Kota, jangan dilayani. Semua sudah ada persyaratan, prosedur dan aturan zonasinya. Kalau tidak memenuhi syarat, jangan diterima,” ujarnya.

Kepala sekolah yang menemukan adanya upaya titip-menitip atau penyalahgunaan nama Wali Kota diminta segera melaporkan ke Pemerintah Kota Ambon untuk ditindaklanjuti. “Kalau ada yang mengaku membawa titipan dari tim tertentu atau membawa nama saya, laporkan. Kalau ada temuan, kasih tahu supaya kita evaluasi,” kata Wattimena.

Manipulasi Kartu Keluarga untuk Zonasi Sekolah Jadi Sorotan

Wali Kota juga menyoroti dugaan manipulasi administrasi kependudukan yang dilakukan hanya untuk memenuhi syarat masuk sekolah tertentu. Ia meminta jika ditemukan perubahan Kartu Keluarga (KK) yang diduga sengaja dilakukan demi kepentingan penerimaan siswa, kasus tersebut harus segera dilaporkan.

“Kalau ada yang kedapatan mengubah KK hanya untuk masuk sekolah tertentu, bawa langsung ke saya. Itu harus ditindaklanjuti,” katanya.

Wattimena kembali menegaskan bahwa tidak ada pendelegasian kepada siapa pun untuk melakukan titip-menitip siswa atas namanya. “Stop. Tidak ada lagi titip-menitip, apalagi mengatasnamakan Wali Kota Ambon. Masa Wali Kota urus titip anak sekolah? Jadi kepala sekolah tidak usah dengar kalau ada yang datang membawa nama saya untuk kepentingan mereka. Tidak ada pendelegasian nama untuk titip-menitip,” tandasnya.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: wartamaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top