Wabup Buru Selatan Gerson Selsily Kritik Keras ASN: Budaya Cari Muka dan Disiplin Rendah Jadi Masalah Birokrasi

Penulis: Luqman Arif  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 19:54:32 WIB
Wabup Buru Selatan Gerson Selsily mengkritik budaya kerja ASN yang cenderung mencari popularitas.

NAMROLE — Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Eliezer Selsily, mengkritik keras budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah setempat. Ia menyoroti kebiasaan sejumlah pejabat yang hanya hadir di acara untuk formalitas dan mencari pencitraan, bukan untuk benar-benar mengikuti kegiatan.

Pejabat Hadir Hanya untuk Formalitas

Dalam sambutannya di hadapan Plt Sekda, para pimpinan OPD, dan tokoh masyarakat, Selsily mengaku melihat langsung praktik tersebut. “Saya lihat ada pimpinan OPD yang datang hanya untuk disebut namanya saja, lalu keluar lagi. Jangan jadikan momen seperti ini untuk mencari popularitas semata. Itu tidak penting,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus lahir dari panggilan hati, bukan sekadar demi membangun citra di hadapan pimpinan maupun publik. “Jangan bekerja untuk popularitas. Melayani harus datang dari lubuk hati. Yang lebih penting adalah pengabdian yang tulus kepada daerah ini,” ujarnya.

Disiplin ASN Masih Jauh dari Harapan

Selain soal pencitraan, Wabup juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi disiplin ASN di Buru Selatan yang dinilai masih sangat rendah. Ia bahkan secara terbuka mengaku malu ketika membandingkan capaian daerahnya dengan kabupaten lain yang terus menunjukkan kemajuan.

“Saya harus jujur mengatakan bahwa disiplin kita masih sangat rendah. Kadang saya juga malu ketika melihat daerah lain terus berkembang sementara kita masih tertinggal dalam banyak hal,” katanya.

Dampak Rendahnya Disiplin pada Kinerja Daerah

Menurut Selsily, rendahnya disiplin berdampak langsung pada kinerja pemerintahan dan pencapaian target pembangunan. Ia mencontohkan capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang belum mengalami peningkatan signifikan. Padahal, pemerintah daerah telah berkomitmen untuk keluar dari zona rendah.

Pengelolaan keuangan daerah juga dinilai masih membutuhkan pembenahan serius. Dari hasil evaluasi, kelemahan terbesar justru terletak pada disiplin administrasi, keuangan, dan aset daerah. “Ketika kita evaluasi, ternyata persoalannya ada pada disiplin. Disiplin pengelolaan keuangan, disiplin pengelolaan aset, dan disiplin dalam menjalankan tugas pemerintahan masih lemah,” ungkapnya.

Penempatan SDN Tak Sesuai Kompetensi

Selsily juga menyoroti praktik penempatan sumber daya manusia yang belum sepenuhnya berdasarkan kompetensi. Menurutnya, hal ini berdampak pada rendahnya kualitas pelayanan dan capaian program pemerintah. Karena itu, ia memastikan pemerintah daerah akan terus melakukan pembenahan birokrasi agar tata kelola pemerintahan lebih profesional dan berorientasi pada hasil.

“Kita ingin pemerintahan ini ditata lebih baik. Jangan ada lagi yang bekerja hanya untuk pencitraan atau kepentingan pribadi. Yang dibutuhkan daerah ini adalah orang-orang yang benar-benar mau bekerja dan melayani dengan hati,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh ASN menjadikan kritik tersebut sebagai bahan refleksi untuk memperbaiki etos kerja dan meningkatkan disiplin. Menurutnya, kemajuan Kabupaten Buru Selatan hanya bisa dicapai apabila seluruh aparatur memiliki komitmen yang sama untuk bekerja secara profesional dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

Reporter: Luqman Arif
Back to top