Rupiah Menguat 59 Poin ke Rp17.930 Setelah BI Naikkan Suku Bunga, Investor Asing Kembali Melirik Aset Domestik

Penulis: Mustofa Kamal  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 17:17:01 WIB
Rupiah menguat 59 poin ke Rp17.930 per dolar AS setelah BI menaikkan suku bunga.

JAKARTA — Pergerakan mata uang Garuda pagi ini berhasil rebound dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.989 per dolar AS. Sentimen positif datang dari dalam negeri setelah bank sentral mengumumkan kenaikan suku bunga acuan yang dinilai tepat waktu oleh pelaku pasar.

Kenaikan Suku Bunga BI Disambut Baik Investor Asing

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan kebijakan moneter tersebut langsung mendapat respons positif dari investor asing. Minat terhadap aset domestik meningkat dan membantu menjaga optimisme di pasar keuangan Indonesia.

“Pergerakan rupiah masih mendapat dukungan dari keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen. Kebijakan tersebut mendapat respons positif dari investor asing dan turut meningkatkan minat terhadap aset domestik, sehingga membantu menjaga optimisme pelaku pasar terhadap pasar keuangan Indonesia,” ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Tekanan dari Luar: Inflasi AS dan Suku Bunga The Fed

Meski menguat, rupiah tetap dihadapkan pada tekanan eksternal yang signifikan. Data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang dirilis pada 11 Juni lalu menunjukkan tekanan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.

Data tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Kondisi ini biasanya mendorong penguatan dolar AS dan membebani mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Negosiasi AS-Iran Bisa Dongkrak Rupiah Lebih Jauh?

Pelaku pasar juga tengah mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Menurut Amru, harapan tercapainya kesepakatan antara kedua negara berpotensi meredakan ketegangan geopolitik dan menjaga stabilitas pasokan energi global.

“Bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak, kondisi ini dapat mengurangi tekanan terhadap kebutuhan devisa dan memberikan sentimen positif bagi rupiah. Namun, karena belum ada kesepakatan final, pelaku pasar masih cenderung bersikap hati-hati,” ujar dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.980 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top