MALUKU BARAT DAYA — Peristiwa nahas itu dialami oleh sebuah speedboat atau longboat milik warga Desa Sinairusi yang bertolak menuju Tepa, ibu kota Kecamatan Babar Barat, sekitar pukul 07.00 WIT. Namun baru satu jam perjalanan, kapal tersebut dihantam ombak besar hingga terbalik di perairan setempat.
Kepolisian dan tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya masih terus melakukan pencarian terhadap delapan penumpang yang belum ditemukan. Dua orang penumpang yang selamat, Ignasius Matrunkoly (42) dan Yakob Anamofa (22), berhasil mencapai daratan dan meminta pertolongan kepada nelayan di sekitar lokasi.
Speedboat tersebut diketahui membawa sepuluh orang, terdiri dari empat laki-laki, empat perempuan, serta dua anak-anak berusia 4 dan 9 tahun. Dari data yang dihimpun, korban selamat tercatat Ignasius Matrunkoly dan Yakob Anamofa.
Delapan korban yang masih dalam pencarian adalah Anton Mahanem (40, pengemudi speedboat), Asael Daniel (72), Yomima Waliyana (36), Regina Unwakoly (33), Enderfina Siaran (62), Wulan Kelmury (35), serta dua anak-anak bernama Yoksan Unawekla (9) dan Marcelo Unawekla (4).
Pemerintah Kecamatan Babar Barat baru menerima laporan sekitar pukul 19.00 WIT. Setelah berkoordinasi dengan Syahbandar Tepa, tim bantuan dikerahkan menggunakan KM Tifelin. Namun dalam proses pencarian, kru kapal menghadapi kendala berupa keterbatasan jarak pandang pada malam hari serta masalah bahan bakar minyak (BBM). Akibatnya, kapal penyelamat terpaksa kembali ke Pelabuhan Tepa.
Sementara itu, warga Desa Sinairusi telah memulai pencarian mandiri di sekitar lokasi kejadian sejak Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WIT. Informasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Desa Sinairusi, Efendy Kornamne, melalui komunikasi via aplikasi WhatsApp.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berupaya melakukan pencarian terhadap para korban yang tenggelam di perairan Maluku Barat Daya.