Tekanan Biaya Operasional, ExxonMobil Dorong Industri Plastik Beralih ke Pelumas Sintetis

Penulis: Oman Sudirman  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 22:48:01 WIB
ExxonMobil dorong penggunaan pelumas sintetis untuk efisiensi operasional industri plastik.

MALUKU — Industri plastik dan kemasan Tanah Air sedang dihantam badai biaya produksi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor plastik dan turunannya mencapai sekitar USD 2,55 miliar sepanjang kuartal pertama—sebagian besar adalah bahan baku yang belum bisa dipenuhi dari dalam negeri.

Belum lagi disrupsi rantai pasok global yang terus terjadi. Meski Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia terbaru menunjukkan kenaikan, tanda stabilisasi, tekanan inflasi dan gangguan pasokan masih membayangi stabilitas pabrik.

Pelumas Sintetis: Jurus Menekan Downtime dan Boros Energi

Menghadapi situasi ini, Presiden Direktur PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI), Syah Reza, menekankan pentingnya efisiensi yang bisa dikendalikan langsung oleh pabrik. Salah satu jurusnya adalah optimalisasi sistem pelumasan.

"Upaya efisiensi operasional menjadi salah satu fokus yang dapat langsung dikendalikan para pelaku industri. Optimalisasi pelumasan sintetis menjadi langkah strategis untuk meningkatkan keandalan peralatan produksi, menekan downtime, meningkatkan efisiensi energi, serta menjaga stabilitas produksi," ujar Syah Reza dalam keterangannya, Jumat (12/6).

Data EMLI menyebut, lebih dari 60 persen kegagalan mesin berasal dari praktik pelumasan yang tidak tepat. Artinya, memilih pelumas yang benar bukan sekadar soal perawatan, melainkan strategi bisnis.

Empat Manfaat Nyata yang Bisa Dihitung

ExxonMobil mengklaim pelumas sintetisnya memberikan empat keuntungan terukur bagi pabrikan. Pertama, dari sisi biaya, mampu menurunkan suhu operasional hingga 8,3 derajat Celcius dan memperpanjang usia pakai pelumas dua kali lipat.

Kedua, efisiensi energi bisa ditekan hingga 10 persen, sekaligus memperpanjang umur peralatan. Ketiga, keandalan mesin meningkat, mengurangi limbah, dan menurunkan paparan operator terhadap antarmuka mesin (HMI) hingga puluhan ribu jam—artinya tim pemeliharaan bisa bekerja lebih aman dan produktif.

Untuk memastikan hasil optimal, EMLI juga menghadirkan layanan terintegrasi seperti MACHINEXT dan Mobil SM Lubricant Analysis (MLA). Layanan ini memantau dan menganalisis kondisi pelumas secara akurat, sehingga pabrik bisa mengambil keputusan berbasis data, bukan tebakan.

Dengan integrasi solusi ini, pelaku industri plastik diharapkan bisa menjaga stabilitas produksi dan memperkuat daya saing jangka panjang di tengah tekanan biaya yang tak kunjung reda.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top