JAKARTA — Pergerakan harga aset kripto yang menghijau seketika tidak serta-merta menghilangkan risiko yang mengintai para investor. Berdasarkan data dari OKX, selain Bitcoin yang naik lebih dari satu persen, Ethereum juga menanjak hampir satu persen ke level US$1.678, sementara Solana dan XRP sama-sama menguat nyaris dua persen. Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan dari sisi regulasi dan maraknya kasus penipuan.
Salah satu pukulan datang dari pembatalan rencana sejumlah bursa besar seperti Bybit, Binance, Bitget Wallet, dan MEXC. Mereka batal menawarkan produk investasi terkait IPO SpaceX karena mitra perantara gagal mengirimkan aset yang dijanjikan. Padahal, permintaan berlangganan saham SpaceX di Nasdaq pada 13 Juni lalu melonjak hingga empat kali lipat dari penawaran, mengumpulkan dana US$75 miliar.
Kegagalan ini dinilai sebagai kemunduran serius dalam upaya menghubungkan investor kripto dengan pasar saham tradisional. Para analis menilai bahwa infrastruktur bursa kripto belum cukup kuat untuk menjamin pengamanan jumlah saham yang dialokasikan dalam aksi korporasi raksasa teknologi.
Di sisi lain, proses hukum terhadap mantan ikon industri kripto itu menemui titik akhir. Pengadilan banding Amerika Serikat menolak banding Sam Bankman-Fried, yang berarti hukuman penjara 25 tahun atas kasus penipuan dan penggelapan dana nasabah FTX tetap berlaku. Hakim menyebut bukti yang memberatkan dirinya sudah sangat jelas dan tidak perlu dipertimbangkan ulang.
Keputusan ini menjadi preseden penting bagi industri aset digital, menunjukkan bahwa otoritas hukum tidak segan menjatuhkan hukuman berat bagi pelaku kejahatan keuangan di sektor kripto.
Para ahli keamanan siber juga mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang penipuan kripto yang diprediksi meningkat selama perhelatan Piala Dunia 2026. Modus yang sudah teridentifikasi meliputi penjualan tiket palsu, taruhan pertandingan yang dimanipulasi, hingga tawaran investasi fiktif yang mengatasnamakan sponsor FIFA.
Otoritas Amerika Serikat sebelumnya telah menemukan situs web palsu yang dirancang mirip portal resmi FIFA untuk mencuri data pribadi dan aset kripto pengguna. Dengan nilai ekonomi yang sangat besar dan jutaan peserta yang akan hadir, ajang ini dinilai menjadi ladang empuk bagi para penipu untuk melancarkan aksinya.