AMBON — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW-MMU) menggelar Media Gathering dan Site Visit Media ke instalasi ketenagalistrikan, Senin (15/6/2026). Puluhan wartawan diajak memantau langsung ruang kendali di Kantor Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengatur Beban (UP3B) Maluku yang berlokasi di Kota Ambon.
Manager Komunikasi dan Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) UIW MMU, M. Syaiful Ali, menyebut kegiatan ini rutin digelar tiap semester. “Selain mempererat silaturahmi, kami juga memaparkan kinerja PLN,” ujarnya membuka sesi di kantor UP3B Maluku.
UP3B Maluku disebut sebagai pusat kendali sistem kelistrikan untuk dua provinsi: Maluku dan Maluku Utara. Unit ini bertugas merancang penyaluran hingga mengatur beban listrik. “Kalau ada padam total di Pulau Ambon, kantor paling sibuk ada di sini,” kata Syaiful.
Manager UP3B Maluku, Yulius Paelongan, memaparkan sejumlah data kinerja semester I 2026. Untuk sistem Ternate, daya mampu tercatat 68,80 MW dengan beban puncak 50,19 MW dan cadangan 18,61 MW. “Secara teknis banyak tantangan, tapi semua disupport dari kantor pusat,” ujar Yulius.
PLN mengaku telah mengoperasikan empat unit drone untuk meningkatkan pengawasan. Tiga di antaranya drone Thermovision yang memantau jaringan kelistrikan, dan satu unit drone Lidar untuk mendeteksi potensi gangguan. “Proses bisnis PLN sudah sangat luas,” kata Yulius.
Yulius juga mengakui sejumlah kendala di luar kontrol teknis. Mulai dari penebangan pohon yang belum memenuhi standar Right of Way (ROW), hingga kasus pencurian perlengkapan proteksi petir. “Paling banyak grounding tower kami yang hilang. Kami terus sosialisasi ke masyarakat dan segera lakukan perbaikan,” jelasnya.
Ditanya soal rencana penyaluran transmisi di wilayah 3T Maluku, Yulius mengaku belum ada proyek baru untuk saat ini. Namun, unit induk pembangunan tengah mengerjakan transmisi di sistem Halmahera yang sebagian sudah beroperasi sejak bulan lalu, serta sistem di Kepulauan Seram. “Itu yang sedang berjalan,” pungkasnya.