IHSG Menguat di Tengah Wait and See Suku Bunga BI dan The Fed, Investor Diminta Waspadai Level Kritis 6.300

Penulis: Nurul Huda  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 14:20:01 WIB
IHSG menguat di awal perdagangan Rabu menjelang keputusan suku bunga BI dan The Fed.

JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Rabu (18/6) menunjukkan penguatan, namun optimisme pasar masih dibayangi sejumlah sentimen penting dalam negeri dan global. Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengingatkan investor untuk bersabar.

“Kiwoom Research sarankan sebaiknya tunggu break out level penting 6.300 sebelum memutuskan average up. Ingat bahwa kita masih ada beberapa event penting di pekan ini yang berpotensi timbulkan goncangan pasar,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Tiga Sentimen Utama yang Dibayangi Pasar Pekan Ini

Setidaknya ada tiga agenda besar yang menjadi fokus pelaku pasar. Pertama, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Kamis (19/6) yang diperkirakan akan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Kedua, keputusan MSCI dan FTSE Russell terkait review akses pasar global yang dijadwalkan pada Jumat (20/6).

Ketiga, pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 16-17 Juni. Survei Global Fund Manager Bank of America menunjukkan sebanyak 40 persen fund manager memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga dalam 12 bulan ke depan, naik signifikan dari sebelumnya hanya 16 persen.

Investor Global Mulai Defensif, Alokasi ke Jepang Meningkat

Sentimen pasar global memang masih konstruktif, namun mulai menunjukkan divergensi antar kawasan. Survei Bank of America mencatat Bull & Bear Indicator naik ke level 8,9 yang merupakan sinyal jual, meski belum mengindikasikan puncak pasar besar.

“Positioning investor mulai lebih defensif. Overweight saham global turun dari 50 persen menjadi 38 persen, sementara eksposur teknologi turun dari 33 persen menjadi 26 persen,” jelas Liza.

Menariknya, alokasi dana justru meningkat ke Jepang, sektor material, dan perbankan. Posisi long saham semikonduktor global menjadi crowded trade terbesar sepanjang sejarah survei dengan 80 persen responden menempatkannya sebagai posisi paling ramai.

Harga Minyak Anjlok dan Rencana Penerbitan Panda Bonds

Dari pasar komoditas, harga minyak kembali tertekan menjelang penandatanganan nota kesepahaman antara AS dengan Iran di Swiss pada Jumat (20/6). Presiden AS Donald Trump menyatakan Selat Hormuz akan dibuka penuh pada Jumat, meski negosiasi lanjutan akan berlangsung selama 60 hari dan sejumlah detail kesepakatan masih belum jelas.

Sementara itu, pemerintah Indonesia berencana menerbitkan Panda Bonds sekitar akhir Juni atau awal Juli 2026. Penerbitan obligasi dalam mata uang yuan ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memperkuat nilai tukar rupiah. Pemerintah akan terlebih dahulu melihat respons dan minat investor terhadap rencana tersebut.

Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen

Di tengah ketidakpastian pasar keuangan, Bank Dunia mempertahankan pandangan positif terhadap Indonesia. Lembaga internasional itu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0 persen pada 2026 dan 5,2 persen pada 2027-2028.

Proyeksi ini didukung kuatnya konsumsi domestik, investasi, dan belanja pemerintah. Defisit fiskal diperkirakan tetap terjaga di bawah batas 3 persen PDB. Namun, Bank Dunia menegaskan keberlanjutan pertumbuhan jangka panjang tetap bergantung pada reformasi produktivitas, peningkatan penerimaan negara, efisiensi belanja publik, serta perbaikan sektor logistik dan perdagangan.

Pada perdagangan Selasa (17/6), bursa Eropa kompak menguat dengan Euro Stoxx 50 naik 0,38 persen dan FTSE 100 Inggris menguat 0,61 persen. Sementara bursa AS Wall Street bergerak variatif: Dow Jones menguat 0,64 persen, namun S&P 500 melemah 0,57 persen dan Nasdaq Composite melemah 1,89 persen.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top