AMBON — Operasi pencarian delapan penumpang speedboat yang tenggelam di perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya, belum juga membuahkan hasil pada hari ketujuh, Kamis (18/6/2026). Tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian dengan menyisir perairan sekitar mengikuti arah angin dan pergerakan arus, namun belum ada tanda-tanda keberadaan korban.
“Sampai sore ini operasi pencarian terhadap delapan korban hilang masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan,” kata Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, kepada Kompas.com, Kamis.
Muhamad Arafah mengungkapkan, kondisi cuaca di lokasi pencarian tidak bersahabat. Angin kencang dan gelombang laut setinggi 2,5 meter menyulitkan pergerakan armada yang dikerahkan.
“Tantangannya itu cuaca kurang baik, angin cukup kencang dan gelombang mencapai ketinggian hingga 2,5 meter,” sebutnya.
Armada yang digunakan dalam operasi ini meliputi Kapal KP XVI-2006 milik Direktorat Polairud Polda Maluku, serta sejumlah speedboat dan longboat milik warga setempat.
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur. Personel SAR Ambon dan Pos SAR Saumlaki, Personel Polairud Polda Maluku, TNI AL, BPBD Maluku Barat Daya, Koramil dan Polsek Tepa, Camat Babar Barat, Syahbandar Tepa, petugas medis, Kepala Desa Sinairusi, serta masyarakat bahu-membahu mencari para korban.
Speedboat nahas itu mengangkut sepuluh orang saat tenggelam setelah dihantam cuaca buruk di perairan Pulau Dai pada Kamis (11/6/2026). Dua orang selamat setelah berenang ke tepian pantai, sementara delapan penumpang lainnya dinyatakan hilang.
Setelah operasi hari ini selesai, seluruh potensi SAR yang terlibat akan melakukan evaluasi bersama para keluarga korban. Hasil evaluasi akan menentukan apakah pencarian akan dilanjutkan atau dihentikan.
“Sementara tim masih di lapangan, nanti setelah kembali sebentar akan dilakukan evaluasi baru diputuskan apakah pencarian akan dilanjutkan atau tidak,” ujar Arafah.