MALUKU — Protes keras ini disampaikan juru bicara FFIRI pada Kamis (18/6/2026) waktu setempat. Iran menilai kebijakan tersebut mengganggu persiapan teknis tim pelatih, terutama menjelang laga krusial Grup G melawan Belgia.
Iran meminta izin terbang dari kamp latihan di Tijuana, Meksiko, ke Los Angeles dua hari sebelum pertandingan melawan Belgia pada Minggu. Tujuannya agar pemain punya waktu cukup beradaptasi dengan kondisi pertandingan, menjalani latihan terakhir, dan mematangkan persiapan.
Namun, permintaan itu ditolak. "Meski alasan teknis telah disampaikan, permintaan tersebut kembali ditolak," ujar juru bicara FFIRI, seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (19/6).
Kebijakan Amerika Serikat menyebut tim Iran harus meninggalkan wilayah AS beberapa jam setelah pertandingan di Los Angeles dan Seattle selesai. Akibatnya, delegasi Iran langsung kembali ke kamp mereka di Meksiko tanpa mendapat waktu pemulihan di hotel.
Iran sebelumnya juga bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru dalam laga perdana yang bernuansa politik. Ketegangan hubungan AS-Iran yang masih sensitif disebut-sebut menjadi latar belakang perlakuan ini.
Pemerintah AS membantah tuduhan diskriminasi. Direktur Eksekutif Satuan Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani, menegaskan aturan itu sudah dikomunikasikan sejak awal turnamen.
"Tim akan diizinkan masuk dengan skema match day minus one, yaitu sehari sebelum pertandingan. Mereka akan diminta meninggalkan negara pada hari pertandingan selesai, pada malam harinya. Aturan yang sama berlaku di Los Angeles," jelas Giuliani.
Kebijakan serupa juga diterapkan untuk laga terakhir Iran di fase grup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni. Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir.
FFIRI menyerahkan protes resmi ke FIFA dengan harapan ada intervensi terhadap kebijakan yang dinilai merugikan kesiapan tim. Hingga berita ini diturunkan, FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait pengaduan dari Iran.
Piala Dunia 2026 digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ini menjadi edisi pertama dengan 48 tim peserta.