AMBON — KM Pangrango dijadwalkan berlayar di perairan Maluku mulai 23 Juni hingga 2 Juli 2026. Kapal milik PT Pelni ini akan singgah di sejumlah pelabuhan utama di Maluku, melayani mobilitas warga antar pulau yang selama ini sangat bergantung pada transportasi laut.
Jadwal ini menjadi informasi penting bagi warga yang hendak bepergian, terutama menjelang akhir pekan dan libur sekolah. Berikut rute lengkap KM Pangrango di Maluku pada periode tersebut.
Pada Rabu, 23 Juni 2026, KM Pangrango memulai pelayaran dari Pelabuhan Ambon. Kapal akan bertolak menuju Namlea, ibukota Kabupaten Buru, dengan estimasi waktu tempuh yang biasa berkisar 8-10 jam tergantung cuaca.
Dari Namlea, kapal melanjutkan perjalanan ke Sanana di Kepulauan Sula, kemudian ke Labuha di Halmahera Selatan. Rute ini kerap digunakan warga untuk mengangkut hasil bumi seperti kopra dan cengkih ke kota.
Setelah tiba di Labuha pada 24 Juni, KM Pangrango akan berlayar ke Ternate pada 25 Juni. Ternate menjadi titik transit utama sebelum kapal kembali bergerak ke arah selatan.
Pada 26 Juni, kapal dijadwalkan tiba di Jailolo, ibukota Kabupaten Halmahera Barat. Jailolo merupakan pelabuhan yang cukup ramai karena menjadi pintu masuk distribusi barang dari Ternate ke Halmahera bagian barat.
Dari Jailolo, KM Pangrango berlayar ke Sofifi, ibukota Provinsi Maluku Utara yang baru. Setelah itu, kapal akan kembali ke Ternate pada 28 Juni untuk mengambil penumpang tambahan.
Perjalanan berlanjut ke Obi pada 29 Juni, lalu ke Namlea pada 30 Juni. KM Pangrango akhirnya tiba kembali di Pelabuhan Ambon pada 2 Juli 2026, menuntaskan satu siklus pelayaran di Maluku.
Harga tiket KM Pangrango bervariasi tergantung jarak tempuh dan kelas. Untuk rute terpendek seperti Ambon-Namlea, tiket kelas ekonomi dibanderol mulai Rp 150 ribu per orang. Sementara untuk rute terjauh seperti Ternate-Ambon, harga bisa mencapai Rp 400 ribu.
Pemesanan tiket bisa dilakukan melalui aplikasi Pelni Access, situs resmi Pelni, atau langsung di loket pelabuhan. Warga disarankan memesan tiket jauh-jauh hari karena kapasitas penumpang terbatas, terutama pada musim liburan.