AMBON — Sebanyak 369 peserta dari 11 kabupaten dan kota se-Maluku resmi memulai kompetisi di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026. Acara pembukaan berlangsung di Gedung Islamic Center Ambon, Senin (22/6/2026) malam, dan dibuka langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Delapan cabang lomba dipertandingkan dalam ajang ini, yakni Seni Baca Al-Qur’an, Qiraah Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Al-Qur’an, Syahril Al-Qur’an, Seni Kaligrafi Al-Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an. MTQ XXXI ini juga berfungsi sebagai seleksi untuk menentukan wakil Provinsi Maluku pada MTQ tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada September mendatang.
Dalam sambutannya, Hendrik Lewerissa menekankan bahwa penyelenggaraan MTQ harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Menurutnya, penguatan moral menjadi faktor utama dalam menentukan arah dan masa depan peradaban bangsa.
“Penyelenggaraan MTQ harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat dengan membentuk karakter yang lebih terbuka, damai, serta menghargai keberagaman. Karena itu, nilai-nilai Al-Qur’an yang diperlombakan diharapkan tidak berhenti di arena kompetisi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadaban,” kata Gubernur.
Lewerissa juga mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk terus menjaga persatuan dan persaudaraan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, kondisi Maluku yang aman, damai, nyaman, dan sejahtera harus menjadi budaya yang terus dipelihara oleh seluruh lapisan masyarakat.
MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qur’ani yang Berakhlak Mulia, Harmonis, dan Berdaya Saing Par Maluku Pung Bae”. Tema ini dinilai sejalan dengan upaya mencetak generasi muda yang unggul tidak hanya dari sisi intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan sosial dan spiritual.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan pentingnya mewariskan nilai-nilai positif kepada generasi penerus. Ia mengajak masyarakat meninggalkan cerita tentang kebencian dan perpecahan, serta menggantinya dengan kisah-kisah keberhasilan, kemajuan, perdamaian, dan kebersamaan sebagai modal membangun masa depan Maluku.
Acara pembukaan turut dihadiri Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Maluku Widya Pratiwi, unsur Forkopimda Provinsi Maluku, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Maluku Sadali Ie, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa, para bupati dan wali kota se-Maluku, Ketua MUI Provinsi Maluku, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Ketua LPTQ Provinsi Maluku, serta Dewan Hakim MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku.