Pemkot Ambon Siapkan Sistem Bansos Digital, Data Penerima Manfaat Bakal Lebih Akurat

Penulis: Nurul Huda  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 19:07:01 WIB
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengumumkan pengembangan sistem bansos digital untuk data penerima lebih akurat.

AMBON — Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengumumkan transformasi digital dalam penyaluran bansos sebagai prioritas daerah. Sistem ini diyakini mampu memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.

“Transformasi digital dalam penyaluran bansos menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak,” kata Bodewin di Ambon, Senin (22/6/2026).

Mengapa Sistem Digital Diperlukan?

Selama ini, data penerima bansos kerap tumpang tindih dan tidak mutakhir. Akibatnya, bantuan sering kali tidak tepat sasaran—warga mampu justru menerima, sementara yang benar-benar miskin terlewat.

Dengan sistem digital, Pemkot Ambon berharap data penerima bisa diverifikasi secara real-time. Nama, alamat, dan status ekonomi warga akan terintegrasi dalam satu basis data tunggal yang bisa diakses oleh berbagai instansi terkait.

Proses Verifikasi Lebih Ketat

Sistem baru ini tidak hanya mendata nama penerima. Pemkot juga akan memverifikasi ulang data kependudukan dan kondisi ekonomi setiap calon penerima bansos. Proses ini melibatkan kelurahan dan kecamatan sebagai garda terdepan.

“Kami ingin data yang masuk benar-benar bersih. Tidak ada lagi nama ganda atau warga mampu yang tetap menerima bantuan,” ujar Bodewin.

Dampak bagi Warga Ambon

Warga yang selama ini mengeluhkan bansos tidak merata bisa bernapas lega. Sistem digital ini diharapkan membuat distribusi bansos lebih transparan. Setiap warga bisa mengetahui apakah mereka terdaftar sebagai penerima atau tidak.

Pemkot juga berencana membuka kanal pengaduan jika ada warga yang merasa berhak tetapi tidak masuk daftar. Semua proses akan tercatat secara digital, sehingga minim celah kecurangan.

Jadwal Implementasi

Hingga kini, Pemkot Ambon masih dalam tahap penyiapan infrastruktur dan basis data. Bodewin menargetkan sistem ini bisa berjalan penuh dalam beberapa bulan ke depan. Sosialisasi ke kelurahan dan kecamatan juga akan digencarkan agar tidak ada pihak yang gagap teknologi.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top