MASOHI — Mutasi dan rotasi besar-besaran di tubuh birokrasi Kabupaten Maluku Tengah resmi bergulir. Sebanyak 149 pejabat administrator dan pengawas dari berbagai dinas dan instansi menerima Surat Keputusan (SK) baru dari Bupati Zulkarnain Awat Amir. Pelantikan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menyegarkan organisasi dan mempercepat pembangunan di daerah kepulauan tersebut.
Dari total 149 ASN yang dilantik, rinciannya cukup beragam. Terdapat 43 pejabat administrator golongan 3b, 15 pejabat pengawasan golongan 3a, 71 pejabat pengawas golongan 4a, serta 18 pejabat pengawas golongan 4b. Tak hanya itu, dua pejabat fungsional auditor juga turut dilantik dalam kesempatan yang sama.
Dalam sambutannya, Bupati Zulkarnain menekankan bahwa mutasi, rotasi, dan promosi adalah dinamika organisasi yang lumrah. Namun, ia meminta para pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dan membuktikan diri. "Pertahankan integritas dan transparansi," ujarnya, seraya menitipkan pesan khusus kepada para auditor untuk menjadi pengawas yang objektif dan independen dalam mengawal tata kelola keuangan daerah.
Kepada para pejabat administrator dan pengawas, Bupati Zulkarnain meminta mereka menjadi motor penggerak organisasi. "Ciptakan inovasi, terobosan, dan percepatan pelayanan di unit kerja masing-masing, guna menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks," tegasnya. Ia juga mendorong terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan kolaboratif demi hasil kerja yang maksimal.
Bupati berharap jabatan yang diemban para ASN ini benar-benar menjadi berkat bagi masyarakat. "Buktikan bahwa jabatan yang saudara emban benar-benar menjadi berkat bagi masyarakat dan kemajuan daerah kita," ungkap Zulkarnain dalam pidatonya. Pergeseran posisi ini diharapkan mampu menjawab keluhan masyarakat terkait lambatnya pelayanan di beberapa sektor.
Warga Maluku Tengah diharapkan merasakan dampak positif dari penyegaran ini dalam waktu dekat. Dengan adanya pejabat baru di posisi strategis, proses perizinan dan pelayanan administrasi di kecamatan hingga dinas diharapkan lebih cepat dan transparan. Pemkab menargetkan peningkatan indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik pada semester kedua tahun ini.
Selain para ASN yang langsung bergeser posisi, masyarakat pengguna layanan publik di 12 kecamatan di Maluku Tengah menjadi pihak yang paling terdampak. Kepala dinas dan camat yang baru diharapkan membawa pendekatan baru dalam penanganan masalah infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan yang selama ini menjadi keluhan utama warga.