MALUKU — Hyundai menambah satu lagi anak tangga di segmen SUV listrik kompak Eropa dengan menghadirkan Inster Lounge. Bukan sekadar edisi spesial, varian ini dirancang sebagai model flagship yang menyasar pembeli yang menginginkan lebih dari sekadar kendaraan kota murah. Pengumuman resmi dari Hyundai Motor Europe ini sekaligus mempertegas strategi pabrikan Korea untuk memperluas pangsa pasar di kelas A-segment EV yang semakin ketat.
Xavier Martinet, Presiden dan CEO Hyundai Motor Europe, dalam pernyataan resminya mengatakan, "Dengan INSTER Lounge, kami membuktikan bahwa sebuah SUV perkotaan dapat menggabungkan desain, kenyamanan, dan fleksibilitas dengan eksklusivitas." Pernyataan itu menjadi kunci untuk memahami posisi model ini: bukan sekadar Inster dengan stiker mewah, melainkan sebuah pernyataan bahwa mobil listrik kecil tidak harus terasa murahan.
Berbeda dengan varian Inster Cross yang mengusung tampilan petualang, Lounge justru mengedepankan kemewahan di dalam kabin. Hyundai membekalinya dengan jok berbahan kulit alami sebagai standar, sebuah fitur yang jarang ditemukan di segmen harga ini. Speaker premium dengan membran Kevlar juga disematkan, material yang biasanya hanya ada di sistem audio mahal pabrikan Hi-Fi.
Salah satu detail yang paling menarik perhatian adalah headliner dan visor yang dilapisi bahan rajut (knitted). Meski terkesan kecil, elemen ini langsung mengubah atmosfer kabin menjadi lebih hangat dan eksklusif. Hyundai juga mempertahankan fitur andalan Inster lain: jok baris depan yang bisa dilipat penuh dan jok baris kedua yang dapat diatur, memberikan fleksibilitas ruang yang luar biasa untuk mobil sekecil ini.
Dari segi penggerak, Inster Lounge tidak kalah dengan varian lain. Tersedia dua pilihan: baterai 42 kWh dengan motor listrik 95 hp (71 kW), atau baterai 49 kWh yang lebih besar dengan motor 112 hp (84 kW). Hyundai mengklaim varian baterai terbesar mampu menempuh jarak hingga 223 mil atau sekitar 360 kilometer dalam siklus WLTP. Angka ini cukup kompetitif untuk penggunaan harian di perkotaan maupun perjalanan antar kota jarak menengah.
Kecepatan pengisian daya juga menjadi nilai jual. Dengan dukungan DC fast charging 120 kW, baterai bisa diisi dari 10 persen ke 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Artinya, pemilik tidak perlu khawatir soal waktu tunggu saat melakukan perjalanan jauh.
Hyundai juga memberikan sentuhan personalisasi eksterior yang cukup berani. Selain warna standar seperti Atlas White, Unbleached Ivory, Tomboy Khaki, dan Abyss Black Pearl, Inster Lounge mendapatkan warna baru eksklusif bernama Glow Mint. Warna hijau mint ini juga diulang pada aksen di dalam kabin, dengan paduan Dark Grey dan Mint Green pada jok serta trim interior.
Untuk pasar Jerman, Hyundai Inster Lounge dengan baterai 49 kWh dibanderol mulai €29.850 atau setara sekitar Rp 560 juta (estimasi kurs Rp 18.800 per euro). Harga ini memang lebih tinggi dari varian Inster standar yang start di bawah €25.000, tapi sebanding dengan fitur interior yang ditawarkan. Sebagai catatan, model ini merupakan versi rebadge dari Casper Electric yang sebelumnya sudah meluncur di Korea dengan nama Casper Electric Lounge.