MALUKU — Red Bull Ring menjadi saksi pertarungan ketat antara dua generasi pebalap F1. Russell yang start terdepan mampu mempertahankan posisinya dari tekanan Verstappen sepanjang 71 putaran. Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Russell musim ini.
Performa Verstappen di GP Austria layak mendapat sorotan. Pebalap Red Bull itu mengalami kecelakaan berat di sesi kualifikasi pada Sabtu (27/6), namun mampu bangkit dan finis kedua di hari perlombaan.
“Start dari posisi kelima setelah insiden kemarin, finis kedua adalah hasil yang solid. Kami punya kecepatan, tapi Russell hari ini terlalu kuat,” ujar Verstappen dalam wawancara usai balapan.
Kemenangan ini membawa Russell mengumpulkan 131 poin, hanya terpaut 40 poin dari rekan setimnya di Mercedes, Kimi Antonelli. Antonelli sendiri finis ketiga dan masih memimpin klasemen dengan 171 poin.
Lewis Hamilton yang start dari posisi ketiga justru finis di luar podium dan tertahan di peringkat ketiga klasemen dengan 125 poin. Jarak 46 poin dari puncak membuat peluang Hamilton untuk merebut gelar juara dunia semakin tipis.
Kunci kemenangan Russell terletak pada strategi pit stop yang tepat waktu. Tim Mercedes memanggil Russell masuk pit pada lap 24 untuk mengganti ban medium ke hard, sementara Verstappen baru pit pada lap 28.
Keunggulan posisi di lintasan setelah pit stop membuat Russell bisa mengatur ritme dan menjaga jarak dari Verstappen yang terus menekan di lap-lap akhir. Selisih 1,6 detik di garis finis menjadi bukti betapa ketatnya persaingan di Red Bull Ring.
Setelah GP Austria, F1 akan bergulir ke Silverstone untuk GP Inggris pada 5 Juli mendatang. Bagi Verstappen, seri ini menjadi ajang balas dendam sekaligus kesempatan memperkecil jarak poin dari Antonelli.
Russell, di sisi lain, percaya diri usai kemenangan ini. “Kami punya momentum. Mobil bekerja sempurna akhir pekan ini, dan saya yakin kami bisa bersaing di Silverstone,” kata pebalap asal Inggris itu.