JAKARTA — Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya, Rabu, menyebut IHSG masih akan bergerak fluktuatif. Selain menunggu data domestik, pasar juga mencermati kepastian arah suku bunga global dan isu potensi penurunan klasifikasi pasar oleh MSCI.
“Ke depan, pergerakan IHSG masih berpotensi volatil karena pasar menunggu kepastian arah suku bunga global, perkembangan isu potensi penurunan klasifikasi pasar oleh MSCI, serta kemampuan data domestik menunjukkan ketahanan ekonomi,” tulis riset tersebut.
Serangkaian data ekonomi penting akan menjadi sentimen utama hari ini. Pelaku pasar menanti data inflasi Juni 2026, data PMI Manufaktur Indonesia, hingga neraca perdagangan Mei 2026.
Konsensus memperkirakan inflasi meningkat ke sekitar 3,2 persen year on year (yoy) akibat kenaikan harga pangan dan BBM non-subsidi. Sementara itu, surplus neraca perdagangan diproyeksikan kembali melebar ke sekitar 4 miliar dolar AS.
Apabila data inflasi dan neraca perdagangan lebih baik dari ekspektasi, serta sentimen global tetap kondusif, peluang penguatan IHSG pada awal semester II-2026 tetap terbuka.
Dari dalam negeri, implementasi bertahap program B50 yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026 menjadi sentimen positif bagi sektor energi dan harga Crude Palm Oil (CPO). Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong kinerja emiten terkait di bursa.
Dari mancanegara, indeks dolar Amerika Serikat (DXY) menguat ke level 101,26. Penguatan ini terjadi setelah data JOLTS menunjukkan lowongan kerja mencapai 7,594 juta, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.
Sentimen global juga dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi perdamaian AS dengan Iran yang belum menunjukkan kepastian, meskipun harga minyak masih bergerak melemah. Fokus investor tertuju pada rilis data manufaktur China dan AS, serta pidato pejabat The Fed yang berpotensi memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga.
Pada perdagangan Selasa (30/06), bursa Eropa kompak menguat. Euro Stoxx 50 naik 1,51 persen, DAX Jerman menguat 1,50 persen, dan CAC 40 Prancis naik 0,44 persen. Bursa AS Wall Street juga ditutup hijau, dengan Nasdaq Composite memimpin penguatan sebesar 1,68 persen.
Mengikuti sentimen positif tersebut, bursa saham regional Asia pagi ini kompak menguat. Indeks Nikkei naik 0,69 persen ke 70.548,00, Shanghai menguat 0,23 persen ke 4.103,00. Sementara itu, indeks Hang Seng melemah 1,39 persen dan Strait Times turun tipis 0,06 persen.