APBN Maluku Tumbuh 14,94 Persen hingga Mei 2026, Belanja Negara Tembus Rp7,23 Triliun untuk Layanan Publik

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 22:54:31 WIB
Realisasi pendapatan negara Maluku mencapai Rp758,38 miliar hingga Mei 2026, tumbuh 14,94 persen.

AMBON — Realisasi pendapatan negara di Maluku mencapai Rp758,38 miliar atau 34,53 persen dari target hingga Mei 2026. Angka ini tumbuh 14,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penerimaan perpajakan menyumbang Rp463,40 miliar, tumbuh 13,95 persen, sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp294,98 miliar, tumbuh 16,52 persen.

Belanja Pemerintah Pusat dan Transfer ke Daerah

Belanja negara terealisasi Rp7.232,04 miliar, tumbuh 12,04 persen. Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp3.071,25 miliar, tumbuh 34,50 persen, dengan belanja modal tumbuh 151,01 persen menjadi Rp457,91 miliar. "Belanja modal tumbuh seiring dimulainya pelaksanaan kegiatan melalui kontrak, sehingga manfaat pembangunan diharapkan semakin cepat dirasakan masyarakat," kata Anang dalam siaran pers, Rabu (1/7/2026).

Sementara itu, Transfer ke Daerah terealisasi Rp4.160,79 miliar atau 43,67 persen dari pagu. Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik tumbuh 60,55 persen menjadi Rp851,97 miliar, terutama untuk mendukung pelayanan pendidikan dan kesehatan. Dana Desa telah tersalurkan Rp69,84 miliar.

Ekonomi Maluku Tumbuh 5,16 Persen, Tapi Terkontraksi Triwulanan

Perekonomian Maluku pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,16 persen secara tahunan. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp17,15 triliun. Namun, secara triwulanan, ekonomi terkontraksi 3,26 persen. Konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama, didukung sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa.

Inflasi Terjaga, Nilai Tukar Nelayan di Atas Petani

Inflasi Maluku pada Mei 2026 tercatat 3,27 persen secara tahunan, 0,93 persen secara bulanan, dan 1,34 persen sejak awal tahun. Nilai Tukar Petani berada pada 93,00, sedangkan Nilai Tukar Nelayan mencapai 117,82. Data ini menjadi dasar untuk memperkuat kebijakan yang melindungi daya beli dan kesejahteraan petani serta nelayan.

KUR dan Pembiayaan Ultra Mikro Tumbuh Pesat

Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah disalurkan Rp305,92 miliar kepada 6.006 debitur, tumbuh 21,75 persen. Pembiayaan Ultra Mikro (Umi) mencapai Rp13,56 miliar kepada 2.271 debitur, tumbuh 56,42 persen. Dukungan ini membantu pelaku usaha kecil memperoleh modal produktif dan membuka kesempatan kerja.

Ekspor Masih Defisit, Hilirisasi Jadi Prioritas

Hingga Mei 2026, ekspor Maluku mencapai USD31,33 juta, sementara impor sebesar USD331,56 juta, defisit sekitar USD300,25 juta. Ekspor ditopang komoditas perikanan dan biota air, sedangkan impor didominasi bahan bakar. Pemerintah akan mendorong hilirisasi komoditas unggulan dan ekspor langsung untuk meningkatkan nilai tambah daerah.

Surplus APBD, tapi Belanja Modal Perlu Dipacu

Pendapatan daerah terealisasi Rp2.870,86 miliar dan belanja daerah Rp2.625,53 miliar, menghasilkan surplus Rp245,32 miliar. Namun, belanja modal baru mencapai Rp77,40 miliar atau 3,26 persen dari pagu. Kondisi ini disampaikan secara terbuka agar percepatan belanja produktif menjadi perhatian bersama.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: tribun-maluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top