Kementerian UMKM, ITB Ahmad Dahlan Jakarta, dan UM Maluku Dorong Usaha Mikro Inklusif untuk Perempuan Kepala Keluarga di Ambon

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 15:26:01 WIB
Puluhan perempuan pelaku UMKM di Ambon mengikuti pelatihan Pengembangan SDM Usaha Mikro Inklusif pada 1–3 Juli 2026.

AMBON — Sebanyak puluhan perempuan pelaku UMKM di Kota Ambon mengikuti kegiatan Pengembangan SDM Usaha Mikro Inklusif yang berlangsung di The City Hotel Ambon, 1–3 Juli 2026. Acara ini merupakan kerja sama antara Kementerian UMKM RI, ITB Ahmad Dahlan Jakarta, dan Universitas Muhammadiyah Maluku.

Model Pemberdayaan Berbasis Teologi Al-Ma'un

Kepala Pusat Studi Islam, Perempuan dan Pembangunan (PSIPP) ITB Ahmad Dahlan Jakarta, Yulianti Muthmainnah, memaparkan model pemberdayaan ekonomi yang disebut Teologi Al-Ma’un Berperspektif Perempuan (TABP). Model ini memiliki 30 indikator untuk mengidentifikasi keluarga miskin, di mana mayoritasnya adalah perempuan korban KDRT, janda miskin, dan ibu dengan anak lebih dari dua orang.

"Spirit utama TABP ini mengajarkan bahwa ibadah kepada Tuhan harus dibarengi dengan kesediaan berbagi kepada orang lain. Tanpa kepedulian sosial, ibadah kehilangan makna," ujar Yulianti di hadapan para peserta.

Bukan Sekadar Bantuan Tunai

Berbeda dengan program bantuan konvensional, TABP tidak memberikan uang tunai. Mahasiswa yang mengikuti mata kuliah ini diwajibkan turun langsung ke masyarakat untuk membuat peta desa, mewawancarai calon penerima manfaat, lalu menggalang donasi. Bantuan yang disalurkan berbentuk sarana usaha, bukan uang tunai.

"Model ini dirancang agar bantuan tidak berhenti pada pendekatan karitatif, tetapi benar-benar mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat," jelas Yulianti.

Sejak dijalankan pada 2017, program TABP telah menyasar perempuan tulang punggung keluarga. Yulianti menyebut kelompok ini kerap minim mendapatkan bantuan meski menjadi motor ekonomi keluarga. "Mereka menjadi tulang punggung keluarga, banyak yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga dan bertahan di tengah kondisi ekonomi yang sulit," katanya.

Kolaborasi untuk Ekosistem UMKM yang Lebih Kuat

Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, yang membuka acara tersebut menilai tema pelatihan sangat relevan dengan tantangan pembangunan ekonomi Maluku. Menurutnya, persoalan utama UMKM saat ini adalah akses pasar, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan usaha berkelanjutan. "Sebagian besar UMKM kita juga dikelola oleh perempuan-perempuan tangguh yang menjadi motor penggerak ekonomi keluarga dan daerah," ujarnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku, Faris Al Fadhat, menambahkan bahwa pengembangan kapasitas pelaku usaha merupakan investasi jangka panjang. "Modal memang penting untuk memulai usaha, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana pelaku usaha terus didampingi agar usahanya berkembang," katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku, jajaran BPH UM Maluku, serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: ibtimes.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top