AMBON — Operasi pengamanan laut yang digelar TNI AL di perairan Maluku tidak hanya berfokus pada penegakan kedaulatan. Di sela tugas itu, prajurit TNI AL menyisihkan waktu untuk turun langsung menyapa masyarakat pesisir. Kegiatan bakti sosial dipusatkan di atas KRI Panah-626 yang tengah bersandar di Dermaga TNI AL Tual.
Dalam kegiatan tersebut, para nelayan mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma. Selain itu, TNI AL juga membagikan paket sembako kepada puluhan nelayan yang hadir. Mereka berasal dari Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, dua wilayah yang menjadi basis operasi pengamanan laut.
Bakti sosial ini dipimpin langsung oleh Asisten Logistik Guspurla Koarmada III Kolonel Laut (T) Sulis Yudho Prasetyo. Ia didampingi oleh Paban Ops Guspurla Koarmada III Letkol Laut (P) Agus Solikhin serta Komandan KRI Panah-626 Letkol Laut (P) Yudha Himawan.
Komandan KRI Panah-626, Letkol Laut (P) Yudha Himawan, menegaskan bahwa kehadiran TNI AL di wilayah operasi tidak semata-mata untuk tugas pertahanan. Menurutnya, menjalin hubungan baik dengan nelayan dan masyarakat pesisir menjadi prioritas lain yang sama pentingnya.
“Selain melaksanakan tugas pengamanan wilayah, kami juga menjalankan perintah dari Komandan Guspurla Koarmada III. Salah satu fokus kegiatan kami adalah menjalin hubungan yang baik dengan para nelayan dan masyarakat pesisir,” kata Yudha melalui keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Senin.
Ia menambahkan, masyarakat pesisir memiliki peran strategis sebagai mitra TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menciptakan wilayah laut yang aman sekaligus menjaga kelestarian sumber daya kelautan.
Yudha berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dengan jangkauan penerima manfaat yang lebih besar. Ia menargetkan ke depannya bakti sosial bisa menjangkau 100 hingga 200 kepala keluarga di wilayah pesisir.
“Ke depan kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjangkau lebih banyak masyarakat, bahkan mencapai 100 hingga 200 kepala keluarga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keamanan laut bukan hanya tanggung jawab aparat. Partisipasi aktif nelayan dan masyarakat pesisir sangat dibutuhkan. “Kami berharap sinergi antara TNI AL dan masyarakat maritim terus terjalin sehingga nelayan semakin sejahtera dan mampu memanfaatkan sumber daya laut secara bertanggung jawab,” pungkas Yudha.