MALUKU — Pertemuan itu berlangsung di kantor Danantara. Hadir CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, serta CIO Danantara Pandu Sjahrir. Kedua pihak mengeksplorasi potensi kolaborasi di sektor-sektor prioritas nasional.
Pembicaraan tidak berhenti di tataran wacana. Danantara dan TBI mendalami pendampingan untuk mempercepat hilirisasi industri, pengembangan kawasan ekonomi, serta transformasi digital di tubuh BUMN. Penguatan tata kelola perusahaan dan peningkatan kapasitas kelembagaan juga masuk dalam daftar prioritas.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kemitraan dengan lembaga internasional merupakan strategi mempercepat reformasi BUMN. "Kita ingin transformasi BUMN berjalan lebih cepat. Karena itu, penting membuka ruang kolaborasi dengan mitra global seperti Tony Blair Institute. Banyak pengalaman dan praktik yang bisa kita adaptasi agar hasilnya optimal dan memberi nilai tambah bagi Indonesia," ujar Dony dalam keterangan resmi.
Tony Blair Institute for Global Change bukan lembaga asing bagi pemerintah Indonesia. Organisasi nirlaba yang didirikan mantan PM Inggris itu telah aktif mendampingi reformasi kebijakan di sejumlah negara. Di Indonesia, TBI sudah terlibat dalam diskusi soal penguatan investasi, pengembangan ekonomi digital, transisi energi, hingga peningkatan iklim usaha.
Lewat pengalaman internasional yang dimiliki, TBI diharapkan menghadirkan praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan investasi dan korporasi negara. Danantara juga ingin membuka akses lebih luas ke jaringan investor global yang dimiliki lembaga tersebut.
Pemerintah menargetkan kerja sama ini mampu membangun ekosistem BUMN yang lebih profesional, transparan, dan berdaya saing global. Transformasi digital dan peningkatan tata kelola menjadi kunci agar perusahaan pelat merah seperti Pertamina, PLN, BRI, dan Telkom bisa bersaing di pasar internasional.
Proyek-proyek hilirisasi yang menjadi prioritas nasional juga diharapkan mendapat percepatan. Dengan demikian, BUMN tidak hanya menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menarik investasi berkualitas yang mendukung target pembangunan jangka panjang Indonesia.