Wawali Ambon Ely Toisutta Ajak Tokoh Agama Perkuat Deteksi Dini Konflik demi Jaga Perdamaian di Kota Manise

Penulis: Luqman Arif  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 00:05:31 WIB
Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta membuka forum dialog memperkuat persaudaraan di Kota Ambon.

AMBON — Ely Toisutta menegaskan bahwa keberagaman yang menjadi identitas Kota Ambon bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan modal sosial yang harus terus dipelihara. Ia membuka forum bertema “Meneguhkan Komitmen Nilai-nilai Persaudaraan Par Ambon Pung Bae” dengan pesan agar semangat persaudaraan tidak berhenti sebagai slogan belaka.

“Keberagaman yang dimiliki Kota Ambon bukan alasan untuk terpecah, melainkan modal sosial yang harus terus dipelihara sebagai kekuatan pemersatu dalam membangun daerah,” ujar Ely dalam sambutannya.

Ancaman Era Digital dan Peran Strategis Tokoh Agama

Ely menyoroti tantangan baru yang datang dari era digital, mulai dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga paham yang berpotensi memecah belah persatuan. Menurutnya, tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki peran strategis sebagai penyejuk sekaligus teladan di tengah arus informasi yang deras.

“Saya mengajak seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus memperkuat sinergi membangun sistem deteksi dini potensi konflik, mempererat komunikasi lintas kelompok, serta mengedepankan musyawarah dan dialog,” tegasnya.

Visi Ambon Manise yang Inklusif dan Toleran

Pemerintah Kota Ambon berkomitmen menjalankan pembangunan berlandaskan nilai kebersamaan, keadilan, dan inklusivitas sesuai visi “Ambon Manise yang Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan.” Ely mengatakan visi itu hanya bisa terwujud jika seluruh komponen masyarakat menjadikan keberagaman sebagai sumber kekuatan, bukan pemicu perpecahan.

Ia juga mengingatkan bahwa perdamaian yang kini dinikmati merupakan hasil perjuangan panjang yang harus diwariskan kepada generasi muda melalui ruang dialog yang terbuka dan berkelanjutan. Nilai-nilai budaya lokal seperti Pela Gandong dan Ale Rasa Beta Rasa disebut Ely sebagai fondasi utama kohesi sosial masyarakat Ambon.

Moderasi Beragama Bukan Berarti Mengurangi Keyakinan

Dalam forum tersebut, Ely menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai cara pandang yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa. Ia menjelaskan bahwa moderasi bukan berarti mengurangi keyakinan seseorang terhadap agamanya, melainkan bagaimana setiap umat mampu menjalankan keyakinannya secara rukun dan harmonis dengan sesama.

Ely optimistis jika nilai-nilai persaudaraan terus dipelihara, Ambon akan semakin kokoh sebagai kota yang damai, toleran, inklusif, sekaligus menjadi miniatur kehidupan masyarakat majemuk di Indonesia. Forum dialog ini diharapkan melahirkan gagasan, rekomendasi, dan komitmen bersama yang memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen dalam menjaga stabilitas kota.

“Semoga melalui dialog ini lahir komitmen bersama yang semakin memperkuat persaudaraan dan menjaga Ambon tetap aman, damai, dan harmonis,” pungkas Ely.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top