MALUKU — Wakil Kepala I BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf, turun langsung ke lapangan di Gresik untuk meninjau sejumlah titik krusial operasional pelabuhan. Mulai dari area dermaga, peralatan bongkar muat, hingga ruang kontrol pemantauan, semua diperiksa untuk memastikan standar keselamatan dan efisiensi terpenuhi.
Pelabuhan Gresik bukan sekadar terminal biasa. Sebagai bagian dari jaringan Pelindo, pelabuhan ini menjadi simpul vital dalam rantai pasok, terutama untuk komoditas non-petikemas seperti semen, pupuk, dan hasil industri lainnya. Jika operasional di sini macet, efeknya bisa langsung terasa ke biaya logistik dan harga barang di pasar.
“Pelindo terus melakukan standardisasi proses bisnis, digitalisasi layanan, hingga peningkatan kapasitas SDM. Semua ini untuk memastikan pelabuhan semakin andal,” ujar Direktur Operasi Pelindo, Prasetyadi, saat mendampingi kunjungan.
BP BUMN menekankan bahwa penguatan operasional ini bukan hanya urusan internal perusahaan. Aminuddin Ma’ruf menegaskan, BUMN di sektor logistik memiliki peran langsung dalam menekan biaya ekonomi nasional.
“BUMN punya peran strategis. Operasional yang efektif dan layanan yang konsisten harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha,” tegas Aminuddin.
Artinya, setiap perbaikan di Pelabuhan Gresik—mulai dari kecepatan bongkar muat hingga pengelolaan dokumen digital—berpotensi menekan biaya logistik yang selama ini menjadi salah satu beban terbesar pelaku usaha di Indonesia.
Dalam diskusi yang digelar usai peninjauan, rombongan yang juga dihadiri Direktur Operasi dan Teknik Pelindo Multi Terminal, Wahyu Pradityo, membahas sejumlah strategi jangka panjang. Fokusnya bukan hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta keberlanjutan operasional.
Pelindo sendiri saat ini tengah gencar mentransformasi diri dari operator pelabuhan tradisional menjadi pengelola logistik terintegrasi. Kunjungan BP BUMN ini menjadi semacam “uji petik” untuk memastikan transformasi itu tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar terjadi di lapangan.
Dengan pengawasan langsung seperti ini, tekanan terhadap BUMN logistik untuk terus meningkatkan performa semakin nyata. Bagi pengguna jasa dan konsumen akhir, angin segar berupa layanan yang lebih cepat dan murah bisa segera dirasakan.