AMBON — PSI Maluku tidak hanya menargetkan kursi Senayan pada 2029, tetapi juga mulai memetakan kader untuk kontestasi lima tahun berikutnya. Rakorwilsus yang diikuti pengurus dari 11 kabupaten dan kota itu menjadi ajang penyusunan arah konsolidasi politik hingga 2030.
Salah satu pembahasan internal yang mengemuka adalah persiapan Febry Calvin Tetelepta (FCT) sebagai figur potensial untuk Pilgub Maluku 2030. Aspirasi ini disebut datang dari pengurus PSI di seluruh kabupaten dan kota di Maluku yang menginginkan kader tersebut dipersiapkan sejak dini melalui konsolidasi internal.
Meski demikian, seluruh pembahasan terkait pencalonan ini berlangsung tertutup sebagai bagian dari dinamika organisasi. Belum ada keputusan resmi yang diumumkan ke publik.
Ketua DPW PSI Maluku, Ricky Jauherissa, menegaskan bahwa prioritas partai saat ini adalah memastikan PSI berhasil merebut kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan Maluku pada Pemilu 2029. Rakorwilsus menjadi momentum untuk memperkuat struktur partai dan menyusun strategi pemenangan.
"Fokus utama kami saat ini adalah memastikan PSI berhasil merebut kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan Maluku pada Pemilu 2029," ujar Ricky Jauherissa dalam keterangan yang diterima Porostimur.com.
Forum yang digelar di Meeting Room Lantai 9 Zest Hotel Ambon itu tidak hanya membahas target elektoral, tetapi juga menyusun peta jalan konsolidasi politik lima tahun ke depan. Penguatan organisasi partai di tingkat akar rumput menjadi salah satu agenda utama yang dibahas.
PSI Maluku menargetkan struktur partai yang solid di 11 kabupaten dan kota sebagai modal menghadapi dua kontestasi besar sekaligus: pemilu legislatif 2029 dan pilkada gubernur setahun setelahnya.