AMBON — IMM Kota Ambon menilai kunjungan Menteri ESDM ke Maluku bukan sekadar seremoni, melainkan peluang untuk menyampaikan aspirasi warga secara langsung ke pengambil kebijakan. Ahmad Sadam menyebut sejumlah isu strategis harus masuk dalam agenda pertemuan, mulai dari pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan hingga percepatan pembangunan infrastruktur energi.
Menurut Sadam, ada lima poin utama yang akan dibawa OKP dalam dialog nanti. Pertama, kepastian kelanjutan proyek Blok Masela yang dinilai menjadi tulang punggung ekonomi Maluku ke depan. Kedua, pemerataan akses listrik hingga ke wilayah terpencil di kepulauan.
"Kehadiran Menteri ESDM merupakan momentum penting untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, dan kebutuhan daerah secara langsung kepada pemerintah pusat," ujar Sadam di Ambon, Sabtu (11/7/2026).
IMM menilai latar belakang Menteri ESDM sebagai aktivis pergerakan menjadi nilai tambah. Sadam optimistis komunikasi antara pemuda dan pemerintah pusat bisa berlangsung lebih cair dan setara. Ia berharap menteri tidak hanya mendengar, tetapi juga membawa kebijakan konkret pasca-pertemuan.
Organisasi kepemudaan di Maluku selama ini kerap menyuarakan ketimpangan pembangunan antara wilayah Jawa dan Indonesia Timur. Blok Masela, yang berlokasi di Laut Arafura, menjadi simbol harapan bagi percepatan ekonomi daerah.
Selain Blok Masela, IMM juga menyoroti perlunya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek energi. Sadam meminta agar kontraktor dan pemerintah pusat memberi prioritas pada tenaga kerja lokal serta program pengembangan masyarakat.
"Kami ingin memastikan bahwa kekayaan alam Maluku tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak, tetapi benar-benar berdampak pada kesejahteraan warga," tegas Sadam.
Ia menambahkan, percepatan pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan, pelabuhan, dan jaringan listrik di wilayah penghasil energi mutlak diperlukan. Tanpa itu, kata dia, manfaat proyek strategis nasional tidak akan dirasakan langsung oleh masyarakat.