AMBON — Lonjakan minat perjalanan ke Banda Naira mendorong PT Pelni Cabang Ambon untuk menambah jumlah pelayaran. Kepala Cabang Pelni Ambon, Ridwan Mandaliko, menyatakan bahwa peningkatan layanan ini merupakan respons terhadap kebutuhan mobilitas yang terus bertumbuh, baik untuk aktivitas perdagangan maupun wisata.
"Banda Naira memiliki destinasi wisata yang bagus. Karena itu konektivitas harus terus diperkuat agar mobilitas masyarakat maupun wisatawan semakin mudah," ujar Ridwan di Ambon, Senin.
Saat ini, Pelni mengoperasikan tiga kapal untuk rute Ambon-Banda Naira. KM Labobar menjadi pilihan tercepat dengan waktu tempuh tujuh hingga delapan jam. Sementara itu, KM Pangrango membutuhkan waktu sekitar 14 hingga 15 jam, dan kapal perintis melayani rute tersebut dalam 16 hingga 17 jam.
Perbedaan waktu tempuh ini memberikan fleksibilitas bagi penumpang. Wisatawan yang ingin lebih cepat bisa memilih KM Labobar, sementara yang tidak terburu-buru bisa memanfaatkan KM Pangrango dengan jadwal dua kali pelayaran setiap pekan.
Tingginya antusiasme terlihat dari angka okupansi. Ridwan mengungkapkan, setiap pelayaran KM Labobar mampu mengangkut 700 hingga 800 penumpang menuju Banda. Adapun KM Pangrango membawa rata-rata 350 hingga 400 penumpang setiap keberangkatan.
"Minat masyarakat menuju Banda cukup tinggi. Selain masyarakat yang bepergian untuk berdagang atau urusan keluarga, banyak juga wisatawan yang memanfaatkan kapal Pelni untuk berlibur ke Banda Naira," katanya.
Pelni tidak hanya menambah frekuensi, tetapi juga tengah mengkaji kebutuhan akan kapal yang lebih cepat. "Kami juga melakukan kajian apakah ke depan dibutuhkan kapal yang lebih cepat untuk menopang transportasi antara Ambon dan Banda maupun wilayah lainnya di Maluku," ujar Ridwan.
Selain itu, perseroan bersiap mengoperasikan KM Umsini, kapal tipe 2.000 penumpang, yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian kesiapan operasional. Ridwan berharap kapal tersebut bisa beroperasi tahun ini. "Kalau armada bertambah tentu mobilitas masyarakat akan semakin lancar. Distribusi barang, aktivitas perdagangan, hingga kebutuhan masyarakat di Banda juga akan lebih mudah terpenuhi," jelasnya.
Pola perjalanan kapal yang ada saat ini dinilai menguntungkan sektor pariwisata. Ridwan menjelaskan, jadwal pelayaran memungkinkan wisatawan menikmati Banda Naira selama tiga hingga empat hari sebelum kembali ke Ambon menggunakan kapal berikutnya.
"Ini menjadi salah satu kemudahan yang mendukung perkembangan wisata di Banda Naira," katanya.
Dengan peningkatan layanan dan rencana penambahan armada, Pelni optimistis posisi Banda Naira sebagai destinasi wisata unggulan di Maluku semakin kuat. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat pun diharapkan terus terakselerasi.