AMBON — Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi tinggi kepada IAKN Ambon yang konsisten menjalankan program KKN sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, secara resmi melepas para mahasiswa di kampus setempat, Selasa (14/7/2026).
Ely menilai tema KKN tahun ini sangat relevan dengan kebutuhan daerah di era transformasi digital. Tema “Inovasi Kreatif Tahun 2026, Digitalisasi Pariwisata, Edukasi Berbasis Teknologi, dan Rajutan Harmoni Budaya Religius” menjadi arah baru bagi mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat.
Ely mendorong para mahasiswa untuk tidak sekadar menjalani program wajib kampus, tetapi mampu menghadirkan inovasi yang berdampak nyata. Ia menyebutkan beberapa peran strategis yang bisa diambil mahasiswa selama KKN.
“Saya berharap mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang membantu masyarakat memanfaatkan teknologi secara bijaksana, baik dalam promosi potensi wisata, peningkatan literasi digital, pengembangan UMKM, maupun penyelenggaraan pelayanan dan pendidikan yang lebih efektif,” ujar Ely dalam sambutannya.
Mahasiswa KKN IAKN Ambon tahun ini didorong untuk fokus pada pengembangan UMKM lokal melalui platform digital. Selain itu, mereka diminta membantu penyelenggaraan pelayanan publik dan pendidikan yang lebih efektif berbasis teknologi.
Program ini menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Pemkot Ambon melihat keterlibatan mahasiswa sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan warga di tingkat kampung.
Ely menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mempromosikan potensi wisata Maluku. Melalui konten digital dan pendampingan langsung, mereka diharapkan mampu mengangkat destinasi lokal yang belum banyak dikenal.
“Mahasiswa dapat berperan dalam mempromosikan potensi wisata, meningkatkan literasi digital masyarakat, mendukung pengembangan UMKM, hingga membantu penyelenggaraan pelayanan publik dan pendidikan yang lebih efektif,” tambahnya.
Pelepasan mahasiswa KKN ini menandai dimulainya pengabdian lapangan yang berlangsung di berbagai desa dan kelurahan di wilayah Kota Ambon. Pemkot berharap program ini mampu mempercepat adopsi teknologi di tengah masyarakat pesisir dan perkotaan.