MALUKU — Laga semifinal yang berlangsung di hadapan puluhan ribu pasang mata itu berjalan sengit sejak menit awal. Spanyol tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 62%, namun Prancis beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann. Namun, pertahanan rapat La Roja mampu meredam setiap upaya lawan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-58. Bek kanan Spanyol, Pedro Porro, sukses menjebol gawang Hugo Lloris setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Sundulannya yang tak mampu diantisipasi kiper Prancis membuat skor berubah 1-0.
Gol tersebut menjadi titik balik. Prancis yang tertinggal justru kehilangan ritme permainan. Serangan mereka kerap kandas di lini tengah Spanyol yang digalang Rodri dan Pedri.
Spanyol menggandakan keunggulan 12 menit berselang. Alvaro Morata, yang sepanjang laga merepotkan bek Prancis, mencatatkan namanya di papan skor. Umpan silang dari sayap kiri disambut sontekannya yang tak bisa dihalau Lloris. Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan ini membuat Prancis gagal mengulangi sukses Piala Dunia 2018. Sementara Spanyol, yang tampil solid di fase gugur, berhak melaju ke final. "Kami bermain dengan hati dan disiplin tinggi. Ini hasil kerja keras seluruh tim," ujar pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, dalam konferensi pers usai laga.
Data pasca-pertandingan menunjukkan Spanyol melepaskan 14 tembakan dengan 7 tepat sasaran. Prancis hanya mencatat 8 percobaan, 3 di antaranya mengarah ke gawang. Penguasaan bola Spanyol yang mencapai 62% menjadi bukti dominasi mereka di lini tengah.
Kemenangan ini membawa Spanyol menunggu lawan di final. Mereka akan berhadapan dengan pemenang laga semifinal antara Argentina dan Brasil yang akan berlangsung Kamis (16/7) dini hari WIB. Jika konsisten, kans Spanyol merebut trofi kelima mereka di Piala Dunia terbuka lebar.