SAUMLAKI — Bandara Mathilda Batlayeri sejak Selasa (14/7/2026) dipadati kedatangan para pejabat tinggi negara, unsur TNI-Polri, perwakilan SKK Migas, PT INPEX Masela Ltd., hingga ratusan jurnalis nasional dan daerah. Mereka bersiap meliput prosesi peletakan batu pertama proyek yang menjadi tonggak kebangkitan ekonomi Maluku dan kawasan Indonesia Timur.
Di antara rombongan yang tiba, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath dan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Rudy Irmawan tampak disambut langsung oleh Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa bersama jajaran Forkopimda. Prosesi penyambutan menggunakan adat Tanimbar menandai betapa sakralnya momen ini bagi warga setempat.
Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, dan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto telah memfinalisasi skema pengamanan berlapis. Rapat koordinasi digelar di Villa Bukit Indah, Saumlaki, membahas jalur kedatangan presiden, bandara, pelabuhan, lokasi groundbreaking, hingga distribusi logistik.
"Keberhasilan pengamanan adalah bagian penting dalam membangun kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Maluku," tegas Kapolda Maluku. Stabilitas keamanan disebutnya sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan dan keberlanjutan proyek strategis nasional.
Bagi masyarakat Kepulauan Tanimbar, groundbreaking ini bukan sekadar seremoni. Proyek Blok Masela dipandang sebagai titik awal perubahan besar setelah puluhan tahun menantikan realisasi investasi strategis. Selama ini, Maluku dikenal kaya sumber daya alam—mulai dari perikanan hingga energi—namun potensi itu belum optimal karena minimnya industri pengolahan, tingginya biaya logistik, dan terbatasnya investasi hilirisasi.
Dengan dimulainya pembangunan Blok Masela, Maluku diharapkan tidak lagi hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah. Kawasan ini diproyeksikan berkembang menjadi pusat industri energi yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Proyek ini diproyeksikan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur. Selain meningkatkan produksi energi nasional, Blok Masela diharapkan mampu mendorong industri hilir, memperkuat sektor jasa, meningkatkan konektivitas, serta membuka ribuan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, TNI-Polri, SKK Migas, dan PT INPEX Masela Ltd. menjadi modal utama dalam menyukseskan proyek yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun. Groundbreaking hari ini menjadi lebih dari sekadar peletakan batu pertama—bagi warga Tanimbar, ini adalah simbol lahirnya harapan baru bahwa kekayaan alam daerah akhirnya memberikan manfaat nyata. (TM-02)