Investasi LNG Abadi Masela Rp 390 Triliun di Pulau Yamdena Maluku Resmi Dimulai, Target Produksi 9,5 Juta Ton per Tahun

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 11:18:31 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memimpin seremoni peletakan batu pertama proyek LNG Abadi Masela di Pulau Yamdena, Maluku.

SAUMLAKI — Proyek LNG Abadi Masela resmi memasuki tahap konstruksi setelah melalui proses perencanaan dan perizinan yang panjang. Seremoni peletakan batu pertama digelar di lokasi proyek di Pulau Yamdena dan dihadiri oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia secara langsung, sementara Presiden Prabowo Subianto memimpin secara virtual dari Istana Negara.

Berapa Kapasitas Produksi dan Nilai Investasinya?

Proyek ini dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut total investasi mencapai US$ 20,95 miliar atau setara hampir Rp 390 triliun. Angka ini lebih besar dari estimasi awal yang beredar di publik.

“Pembangunan berbagai fasilitas, pelabuhan, dermaga dan EPC ini jalan. Total investasi US$20,95 miliar. Setara hampir Rp390 Triliun,” kata Bahlil dalam sambutannya di Saumlaki.

Gas untuk Siapa Saja? 60 Persen untuk Dalam Negeri

Pemerintah memastikan porsi produksi gas dari lapangan Abadi sebesar 60 persen minimal untuk kebutuhan domestik. Sisanya, maksimal 40 persen, dapat diekspor.

Bahlil menjelaskan gas bumi ini akan dimanfaatkan untuk hilirisasi pupuk. PT Pupuk Indonesia telah berkomitmen membangun industri hilirisasi di daerah. Sebagian pasokan juga akan dialokasikan untuk PLN, PGN, dan perusahaan swasta guna mendorong nilai tambah ekonomi lokal.

Teknologi CCS: Proyek LNG Ramah Lingkungan Pertama di Dunia?

Pengembangan Lapangan Abadi mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak awal produksi. Presiden Prabowo menyebut proyek ini menjadi salah satu proyek LNG pertama di dunia yang mengoperasikan CCS bersamaan dengan kegiatan produksi dalam skema cost recovery.

Berapa Tenaga Kerja yang Terserap?

Pada puncak fase konstruksi, proyek ini diperkirakan menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja. Saat memasuki fase operasi, jumlah pekerja tetap sekitar 850 orang. Secara nasional, kontribusi ekonomi proyek LNG Abadi diperkirakan mencapai US$ 137,7 miliar.

Apa Kata Presiden dan Investor?

Presiden Prabowo menekankan proyek ini harus dijalankan dengan prinsip saling menguntungkan. “Jalani proyek sebaiknya atas dasar saling menguntungkan. Kita yang malu kalau mitra kita tidak puas, kalau rugi, kalau mitra tidak bahagia. Tapi sebaliknya kita punya tanggung jawab besar ke rakyat,” ujarnya.

Presiden optimistis proyek ini akan mendorong kemajuan Indonesia timur dan memperkuat kemandirian energi nasional.

President Director & CEO INPEX Takayuki Ueda menyebut proyek ini sebagai tonggak penting setelah perjalanan panjang sejak penemuan Lapangan Abadi. “Proyek ini akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang dan menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Ueda.

Ia menambahkan, LNG Abadi juga berkontribusi pada keamanan energi Jepang dan kawasan Indo-Pasifik.

Dampak ke Infrastruktur Tanimbar

Selain menyerap tenaga kerja, proyek ini diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur di Kepulauan Tanimbar, mulai dari jalan, listrik, hingga fasilitas publik. Pemerintah daerah setempat menyambut baik dimulainya konstruksi karena dinilai mampu membuka isolasi wilayah.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top