Program Bayi Tabung Fanny Ghassani Capai Tahap Akhir Setelah 9 Tahun Menikah, Ini Kisah Perjuangannya

Penulis: Nurul Huda  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 08:19:31 WIB
Fanny Ghassani dan Rifat Sungkar telah memasuki tahap akhir program bayi tabung setelah sembilan tahun menikah.

MALUKU — Fanny Ghassani dan Rifat Sungkar akhirnya sampai di penghujung perjalanan panjang program bayi tabung. Keputusan ini diambil setelah keduanya menikah selama sembilan tahun dan belum juga dikaruniai momongan.

Perjalanan 9 Tahun Menanti Buah Hati

Pernikahan Fanny dan Rifat yang digelar pada 2016 lalu belum langsung membuahkan kehamilan. Setelah berbagai upaya alami, pasangan ini memutuskan untuk menjalani program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF).

Kabar terbaru, Fanny mengungkapkan bahwa mereka sudah masuk ke tahap akhir program tersebut. Sayangnya, ia belum membagikan detail lebih lanjut mengenai hasil yang didapatkan.

Apa Itu Program Bayi Tabung dan Bagaimana Prosesnya?

Program bayi tabung adalah prosedur medis di mana sel telur dan sperma dibuahi di laboratorium, lalu embrio yang terbentuk akan ditanamkan kembali ke rahim. Proses ini biasanya memakan waktu beberapa minggu hingga bulan, tergantung respons tubuh dan protokol dari dokter kandungan.

Bagi pasangan yang sudah lama menikah tanpa hasil, IVF sering menjadi opsi lanjutan setelah pengobatan kesuburan lain tidak membuahkan hasil.

Kapan Sebaiknya Mulai Konsultasi Program Hamil?

Dokter kandungan biasanya menyarankan pasangan untuk mulai konsultasi jika sudah setahun rutin berhubungan intim tanpa kontrasepsi dan belum hamil, terutama bagi istri di bawah 35 tahun. Untuk usia di atas 35 tahun, waktu konsultasi idealnya lebih cepat, yaitu setelah 6 bulan mencoba.

Setiap pasangan punya perjalanan yang berbeda. Ada yang berhasil di percobaan pertama, ada juga yang perlu beberapa siklus. Yang terpenting adalah dukungan antara suami istri dan kesiapan mental menghadapi proses yang tidak selalu mudah.

Dukungan untuk Ibu yang Sedang Berjuang

Kisah Fanny Ghassani mengingatkan kita bahwa perjuangan memiliki momongan bukanlah hal yang instan. Banyak pasangan di Indonesia yang menjalani program serupa dengan penuh harapan dan kesabaran.

Jika Bunda dan Ayah sedang dalam proses, jangan ragu untuk mencari dukungan dari sesama pejuang garis dua atau komunitas. Berbagi cerita bisa meringankan beban dan memberi semangat baru di setiap tahapannya.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top