AMBON — Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, mengungkapkan bahwa komitmen bantuan biaya perawatan bagi korban pohon tumbuh di Tantui telah direalisasikan melalui koordinasi lintas instansi. Tagihan atas pelayanan medis Vence Herman Momole, yang dirawat sejak 29 April hingga 22 Mei 2026, telah diterima pemerintah daerah.
Penjelasan ini disampaikan menyusul adanya pemberitaan mengenai keluarga korban yang mempertanyakan kelanjutan bantuan pemerintah pascakejadian cuaca ekstrem tersebut.
Lekransy memaparkan, tindak lanjut atas komitmen tersebut digerakkan oleh Dinas Kesehatan Kota Ambon. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Johan Stefanus Norimarna, berkoordinasi langsung dengan Direktur Pelayanan Medis RSUP Dr. Johannes Leimena Ambon untuk memastikan proses administrasi pembiayaan menjadi tanggung jawab Pemkot.
Selain pembiayaan medis, pemerintah turut memfasilitasi kepulangan korban dari rumah sakit menggunakan mobil Puskesmas Urimesing. Keluarga korban juga diberikan rujukan dari puskesmas untuk pengobatan lanjutan, mengingat status BPJS korban masih aktif.
Pada awal kejadian, Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis mengunjungi korban dan keluarga. Kunjungan ini dinilai sebagai wujud kehadiran pemerintah di tengah musibah yang menimpa warga.
“Pemerintah hadir untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang mengalami musibah atau bencana. Dalam kunjungan tersebut, Ibu Wakil Wali Kota atas nama Pemerintah Kota Ambon menyampaikan komitmen membantu pembiayaan penanganan medis korban di rumah sakit sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Lekransy.
Pemkot juga memfasilitasi persoalan kerusakan kendaraan korban melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan, sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang tersedia.
Lekransy menegaskan, peristiwa pohon tumbang tersebut menimpa dua pengguna jalan. Pihaknya memahami bahwa musibah yang dialami keluarga merupakan situasi yang tidak mudah, sehingga pemerintah menghargai setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan media.
Namun, pemerintah berkepentingan memberikan informasi yang utuh agar masyarakat memperoleh gambaran jelas mengenai langkah-langkah yang telah dijalankan. Ia berharap penjelasan ini dapat mencegah berkembangnya informasi yang tidak lengkap di lapangan.
“Pemerintah dan masyarakat tentu memiliki tujuan yang sama, yaitu memastikan warga yang mengalami musibah akibat bencana mendapatkan perhatian dan penanganan yang sebaik-baiknya,” pungkasnya.