MALUKU — Kepastian ini menjadi sinyal ambisi Persita di bawah arahan pelatih Carlos Pena. Tyronne dijadwalkan segera bergabung dengan rekan-rekan barunya di Yogyakarta untuk mengikuti pemusatan latihan tim. Kehadirannya diharapkan menambah daya gedor lini serang Pendekar Cisadane pada kompetisi musim depan.
Perjalanan Tyronne dimulai dari akademi UD Las Palmas. Ia mencatatkan debut bersama tim utama pada 11 Desember 2010, tampil sebagai pemain pengganti selama 12 menit di ajang Segunda División.
Sepanjang 2013 hingga 2017, ia menjalani masa peminjaman di sejumlah klub Spanyol seperti Barakaldo, Huesca, dan Tenerife, sebelum akhirnya menetap secara permanen di Tenerife. Pada 2019, kariernya merambah Eropa Timur bersama PAS Lamia di Yunani.
Bersama PAS Lamia, Tyronne mencatatkan 69 penampilan dalam dua periode berbeda, dengan kontribusi dua gol dan delapan assist. Setelah itu, ia memutuskan menjelajah Asia dan sempat membela Nakhon Ratchasima, Persib Bandung, Ratchaburi, hingga Malut United.
Musim 2024/2025 menjadi titik puncak karier Tyronne di Indonesia. Ia menjadi bagian penting skuad Persib Bandung yang meraih gelar juara Liga 1, sekaligus dinobatkan sebagai pemain terbaik kompetisi. Performa itu berlanjut di musim berikutnya bersama Malut United.
Statistiknya bersama Malut United musim lalu terbilang impresif: 32 pertandingan, 10 gol, dan 12 assist. Angka tersebut menunjukkan produktivitasnya yang tetap tinggi meski usianya sudah memasuki kepala tiga.
Pengalaman Tyronne di kompetisi Asia Tenggara menjadi nilai jual utama. Ia paham betul karakter permainan keras Liga 1 dan mampu menjadi penghubung antara lini tengah dan lini depan. Kombinasi visi bermain dan penyelesaian akhir yang baik membuatnya kandidat kuat pengatur serangan Persita.
Dengan statusnya sebagai pemain asing kesepuluh, Persita menunjukkan keseriusan dalam membangun skuad kompetitif. Keputusan mendatangkan pemain berstatus bebas transfer juga terbilang efisien, mengingat kualitas yang sudah teruji di kompetisi tertinggi Indonesia.
Kini, seluruh mata tertuju pada adaptasi Tyronne dengan skema permainan Carlos Pena. Jika kebugarannya terjaga, bukan tidak mungkin ia kembali menjadi katalisator utama di lini tengah Persita musim depan.