Muse Meta Tembus 2,5 Juta Unduhan, Geser ChatGPT di App Store AS

Penulis: Oman Sudirman  •  Rabu, 23 September 2026 | 13:05:31 WIB
Aplikasi Muse AI milik Meta mencatat lebih dari 2,5 juta unduhan dalam 13 hari setelah peluncuran.

MALUKU — Aplikasi Muse AI milik Meta mencatat lebih dari 2,5 juta unduhan hingga Senin (21/9), menyalip ChatGPT sebagai aplikasi gratis terpopuler di App Store Amerika Serikat. Lonjakan ini terjadi hanya 13 hari setelah peluncuran, didorong distribusi bertahap di iOS dan Android.

Muse diluncurkan pada 8 September dan langsung menempati posisi puncak daftar aplikasi gratis iOS di AS pada Jumat (18/9). Data Sensor Tower menunjukkan dalam lima hari pertama, aplikasi ini diunduh 730 ribu kali sebelum melonjak melewati 2,5 juta unduhan.

Distribusi bertahap di Apple App Store dan Google Play memengaruhi pola unduhan. Hingga Senin (21/9), Muse tercatat meraih sekitar 1,5 juta unduhan via iOS dan 1,1 juta lewat Android.

Perbandingan dengan ChatGPT dan Pesain AI Lain

Meski menggeser ChatGPT dari posisi teratas, volume unduhan ChatGPT dalam periode yang sama masih lebih tinggi. Sensor Tower memperkirakan ChatGPT diunduh sekitar 3,1 juta kali selama 13 hari pertama Muse beredar.

Di bawah Muse, sejumlah aplikasi AI lain mencatat angka lebih kecil. Berikut rinciannya:

  • Claude (Anthropic): sekitar 400 ribu unduhan
  • Grok AI (xAI): sekitar 200 ribu unduhan
  • Polymarket dan Kashi: berada di bawah Muse di daftar aplikasi gratis

Asisten Digital dengan Model Muse Spark

Meta memposisikan Muse sebagai aplikasi pengelola asisten digital yang bisa menjalankan tugas di internet, mulai dari mengisi formulir elektronik hingga mengatur email. Aplikasi ini didukung keluarga model AI Muse Spark.

Langkah Meta masuk lebih jauh ke pasar asisten AI mengikuti jejak OpenClaw, agen AI gratis yang lebih dulu dikenal di kalangan pengembang dan penggemar teknologi pada awal tahun ini.

Stacy Rasgon, analis Bernstein, menilai adopsi teknologi agen AI oleh pengguna umum masih rendah.

"Menurut saya, hingga saat ini, sebagian besar penggunaan teknologi agen tersebut belum benar-benar dimanfaatkan oleh orang-orang biasa," kata Rasgon, seperti dikutip CNBC, Senin (21/9).

Rasgon menambahkan kehadiran Muse dan agen AI serupa berpotensi mendorong penggunaan teknologi ini lebih luas. Namun ia mempertanyakan sejauh mana Meta memperhatikan privasi pengguna karena aplikasi tersebut membutuhkan akses ke sejumlah data pribadi.

"Mereka memperhatikan aspek keamanan, saya tidak tahu seberapa besar perhatian mereka terhadap privasi pengguna," ujarnya.

Model Langganan US$20 hingga US$100 per Bulan

Muse dapat digunakan gratis, tetapi Meta menawarkan layanan berlangganan dengan tarif US$20 hingga US$100 (Rp355.840-Rp1,79 juta) per bulan, bergantung pada tingkat penggunaan. Skema ini menjadi salah satu cara Meta memperoleh pendapatan dari pengembangan AI di luar bisnis iklan digital.

Peluncuran Muse berlangsung di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan AI dan risiko keamanan siber. Meta baru-baru ini setuju membayar sekitar US$17 miliar atau Rp302,46 triliun sebagai kompensasi gugatan sekelompok jaksa agung negara bagian terkait dampak Facebook dan Instagram terhadap anak-anak dan remaja.

Amazon Blokir Akses Muse ke Situs Belanjanya

Raksasa e-commerce Amazon melarang Muse mengakses situs belanjanya dengan alasan risiko privasi dan keamanan. Amazon menyatakan tidak menerima pemberitahuan sebelumnya mengenai rencana Muse mengakses platform mereka.

Perusahaan juga menyoroti kemampuan agen AI melewati fitur keamanan situs. Larangan ini menunjukkan hambatan operasional yang dihadapi agen AI saat berinteraksi dengan platform pihak ketiga.

Respons Pasar dan Proyeksi Jangka Panjang

Popularitas Muse beriringan dengan perhatian investor terhadap Meta. Harga saham perusahaan melonjak lebih dari 11% pada Senin (21/9). Sejumlah laporan menyebut Wells Fargo menaikkan target harga saham Meta menjadi US$796 (Rp14,16 juta, kurs Rp17.790 per US$).

Belum diketahui apakah popularitas Muse bertahan lama. Sora dari OpenAI dan Vibes AI dari Meta menjadi contoh aplikasi yang sempat mencatat lonjakan unduhan pada masa awal peluncuran, tetapi kemudian kehilangan momentum.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top