BANDA NEIRA — Salat Istisqa yang digelar di Lapangan SMA Negeri 1 Maluku Tengah itu dipimpin langsung oleh Penyuluh Agama Islam, Haji Saleh Saad. Warga datang dari berbagai penjuru Kecamatan Banda dengan mengenakan pakaian serba sederhana.
Pelaksanaan ibadah ini melibatkan masyarakat umum, pegawai, hingga sejumlah unsur terkait di lingkungan Kecamatan Banda. KUA Kecamatan Banda bertindak sebagai penyelenggara kegiatan tersebut.
Kekeringan berkepanjangan menjadi alasan utama warga memohon turunnya hujan. Kondisi ini berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat Banda Neira yang menggantungkan sumber air dari curah hujan.
Salat Istisqa merupakan ibadah yang dianjurkan dalam Islam ketika suatu daerah dilanda kemarau panjang. Umat diminta bertaubat, memperbanyak istigfar, dan memohon ampunan kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.
Kegiatan ini diikuti ratusan warga dari berbagai lapisan. Selain masyarakat umum, hadir pula pegawai dan sejumlah unsur terkait di Kecamatan Banda.
KUA Kecamatan Banda berperan sebagai penyelenggara utama. Koordinasi lintas sektor ini menunjukkan keseriusan warga dalam menghadapi dampak kekeringan yang berkepanjangan.
Salat Istisqa dilaksanakan secara berjamaah di lapangan terbuka. Haji Saleh Saad memimpin jalannya ibadah sekaligus menyampaikan khutbah kepada jamaah yang hadir.
Usai salat, warga melanjutkan dengan berdoa bersama memohon turunnya hujan. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan tertib sepanjang pelaksanaan.
Kekeringan berkepanjangan yang melanda Banda Neira memengaruhi ketersediaan air bersih bagi warga. Kondisi ini mendorong masyarakat bersama pemerintah kecamatan mengambil langkah spiritual melalui Salat Istisqa.
Pelaksanaan ibadah ini menjadi salah satu ikhtiar warga di tengah keterbatasan pasokan air. Kegiatan serupa kerap digelar di berbagai daerah Indonesia saat musim kemarau berkepanjangan melanda.
Warga berharap hujan segera turun setelah pelaksanaan Salat Istisqa. Mereka juga menginginkan pasokan air kembali normal demi mendukung aktivitas sehari-hari di Kecamatan Banda.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan SMA Negeri 1 Maluku Tengah itu menjadi penutup rangkaian ibadah bersama warga Banda Neira pada Sabtu (3/10/2026).