AMBON — Irjen Pol Suwondo Nainggolan bukan nama baru di lingkungan Korps Bhayangkara. Sepanjang kariernya, ia lebih banyak menghabiskan waktu di fungsi reserse kriminal, mulai dari tingkat polres hingga Bareskrim Polri.
Rekam jejak itu yang membuat namanya dipercaya memimpin Polda Maluku. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir meminta seluruh pejabat yang mendapat amanah baru segera menyesuaikan diri dengan tugas dan tanggung jawab di satuan masing-masing.
“Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, melanjutkan tugas yang sudah berjalan dan memberikan pelayanan kepolisian yang optimal kepada masyarakat,” ujar Johnny.
Suwondo merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994. Ia kemudian melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, lalu menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan Polri pada 2011 serta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Lemdiklat Polri pada 2019.
Kariernya dimulai sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi. Setelah itu ia menjabat Kapolsek Metro Setiabudi, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, dan Kasubdit V/Korupsi Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.
Pada 2016, ia ditugaskan sebagai Kasubdit V/Dittipidum Bareskrim Polri dan kemudian dipercaya sebagai Kasubdit I/Dittipidter Bareskrim Polri. Tiga tahun berselang, ia diangkat menjadi Koorspripim Polri.
Promosi sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri diraihnya pada 2020. Dua tahun kemudian, tepatnya 14 Oktober 2022, ia menjabat Kapolda DIY.
Selama memimpin Polda DIY, Suwondo menangani sejumlah kasus dan memastikan keamanan wilayah Yogyakarta tetap kondusif. Pengalaman itu menjadi modalnya memimpin Polda Maluku yang wilayahnya mencakup puluhan kabupaten dan kota kepulauan.
Setelah dari DIY, ia didapuk menduduki jabatan Asisten Logistik (Aslog) Kapolri. Posisi itu yang terakhir diembannya sebelum dipromosikan menjadi Kapolda Maluku.
Promosi Suwondo bagian dari gelombang mutasi 88 perwira Polri yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menandatangani telegram tersebut.
Dalam mutasi itu, Irjen Pol Dadang Hartanto yang sebelumnya menjabat Kapolda Maluku dipromosikan menjadi Kapolda Metro Jaya. Posisi yang ditinggalkan Dadang di Maluku kini diisi Suwondo.
Polda Maluku membawahi wilayah kepulauan dengan karakteristik keamanan yang berbeda dari DIY. Tantangan geografis dan sosial menjadi pekerjaan rumah pertama yang menanti Kapolda baru.