Simulasi Insiden FlyDubai FZ1073: Anjlok 16.000 Kaki dalam 30 Detik

Penulis: Luqman Arif  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:06:01 WIB
Instruktur penerbangan Alberto Paduanelli merekonstruksi insiden FlyDubai FZ1073 di simulator Boeing 737 MAX 8 di Sherfield, Inggris.

MALUKU — Instruktur penerbangan Alberto Paduanelli merekonstruksi insiden FlyDubai FZ1073 di simulator Boeing 737 MAX 8 miliknya di Sherfield, Inggris, untuk menguji klaim penyelamatan heroik yang beredar. Pesawat disebut anjlok 16.000 kaki dalam 30 detik, setara 544 kaki per detik, sebelum autopilot mati dan kecepatan pesawat melampaui batas aerodinamis. Simulasi ini mempertanyakan narasi resmi Israel yang menyebut insiden tersebut sebagai serangan teroris oleh kopilot asal Oman.

Rekonstruksi ini dilakukan setelah FlyDubai FZ1073 dilaporkan anjlok 16.000 kaki dalam 30 detik. Angka itu setara 544 kaki atau sekitar 166 meter per detik, ketinggian yang sebanding dengan gedung 44 lantai.

Mengapa Anjlok 16.000 Kaki dalam 30 Detik Disebut Ekstrem

Paduanelli menyebut kecepatan penurunan itu melampaui pengalaman terbang normal siapa pun. Menurut dia, tubuh manusia akan merasakan tekanan gravitasi negatif selama pesawat menghujam.

"Anjlok 16 ribu kaki dalam 30 detik itu akan membuat kamu merasa naik roller coaster yang sangat vertikal," kata Paduanelli dalam simulasi yang didampingi wartawan Reuters.

Dampak ke penumpang dijelaskan langsung olehnya. "Semua penumpang yang tidak pakai sabuk pengaman, akan terangkat dari kursi mereka," ujar Paduanelli.

Autopilot Mati dan Risiko Pesawat Pecah

Simulasi menunjukkan sistem autopilot mati begitu pesawat menghujam. Kondisi itu membuat kecepatan pesawat terus bertambah tanpa koreksi otomatis.

Menukik dengan kecepatan tinggi dalam waktu lama menekan batas ketahanan beban aerodinamis pesawat. Risiko terbesarnya adalah struktur pesawat pecah di udara.

Paduanelli menyoroti selisih antara kondisi ekstrem itu dan hasil akhir insiden. "Hanya keajaiban saja yang luka cuma kapten pilot dan lalu ada dua pilot lain turut menumpang pesawat," kata dia.

Narasi Penyelamatan yang Dipertanyakan

Video yang beredar memperlihatkan para penumpang dalam kondisi baik dan kabin tetap rapi. Paduanelli mempertanyakan apakah kondisi normal itu masuk akal dengan profil penurunan pesawat.

Insiden FlyDubai FZ1073 sendiri sudah dibingkai Israel sebagai serangan teroris. Klaim itu dibantah lewat simulasi independen yang menunjukkan beban fisika ekstrem pada pesawat.

Simulasi ALPA Simulation tidak memutuskan penyebab insiden. Rekonstruksi ini hanya menunjukkan bahwa narasi penyelamatan heroik perlu diuji dengan data penerbangan dan hukum fisika.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top