AMBON — Musda ke-10 Partai Golkar Kota Ambon menetapkan Ely Toisutta sebagai ketua baru setelah ia mengantongi dukungan mayoritas pemilik suara dalam pemungutan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon. Penetapan itu menutup rangkaian musyawarah daerah yang digelar sepanjang hari.
Target pertama Ely bukan soal internal partai, melainkan kursi legislatif. Ia menyebut pembentukan fraksi lengkap Golkar di DPRD Kota Ambon sebagai ukuran keberhasilan kepemimpinannya.
Fraksi lengkap memberi Golkar hak penuh mengusulkan alat kelengkapan dewan dan menempatkan wakil di setiap komisi. Tanpa itu, suara partai di parlemen kota tersendat meski perolehan kursinya bertambah.
Ely menyampaikan komitmen tersebut saat memaparkan visi dan misi sebagai ketua terpilih. Ia menyebut Musda ke-10 sebagai momentum membangkitkan kembali kejayaan Partai Golkar di Kota Ambon.
"Terima kasih atas amanat yang luar biasa ini. Saya berdiri di sini bukan karena hebat dan kuatnya saya sendiri, tetapi karena dukungan dan kepercayaan Bapak dan Ibu sekalian," ujar Ely.
Ely menilai kepemimpinan partai tidak bisa ditopang kemampuan pribadi semata. Ia meminta seluruh pengurus bergerak bersama, mulai tingkat kota, kecamatan, desa, hingga kelurahan.
Solidaritas dan semangat gotong royong disebutnya sebagai syarat utama. Struktur di bawah harus aktif menjangkau warga, bukan menunggu instruksi dari kantor DPD II.
Ia mengajak seluruh kader "berlayar menuju kemenangan" dalam sambutannya. Ajakan itu merujuk pada kerja kolektif menjelang kontestasi elektoral berikutnya.
Perolehan kursi legislatif bergantung pada mesin partai di tingkat basis. Pengurus kelurahan dan desa memegang peran langsung dalam menggerakkan pemilih.
Dengan struktur yang rapat, Golkar Kota Ambon berpeluang menambah kursi di DPRD. Penambahan itu yang kemudian membuka jalan menuju fraksi lengkap.
Ely menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa kepercayaan kader adalah modal utama. Ia berjanji menjalankan amanat itu lewat kerja organisasi yang melibatkan semua tingkatan.