AMBON — Kepala BWS Maluku, Ruslan Malik, menyatakan penyaluran air bersih merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Arnold Ritiauw. Arahan itu menyasar antisipasi dan penanganan dampak kekeringan di sejumlah wilayah Maluku. Pelaksanaan distribusi di tiga lokasi dilaporkan berlangsung lancar tanpa kendala.
Kekeringan membuat sumur-sumur warga di Desa Kobisonta tidak lagi menghasilkan air. Kondisi itu memaksa 154 kepala keluarga mencari sumber air lain untuk kebutuhan sehari-hari.
Satgas Kekeringan BWS Maluku mencatat distribusi menyasar tiga titik berbeda yang mencakup RT 1, RT 2, dan RT 3 di Dusun 2. Total air bersih yang disalurkan pada 11 Oktober 2026 mencapai 12.000 liter.
Ruslan menyebut penyaluran air bersih merupakan langkah tanggap untuk membantu warga yang kesulitan memperoleh air. Menurutnya, arahan Dirjen SDA Kementerian PU menjadi dasar pelaksanaan di lapangan.
"Distribusi bantuan air bersih di sejumlah wilayah di Maluku ini atas arahan dan perintah Bapak Dirjen SDA Kementerian PU, dalam antisipasi kekeringan sesuai slogan Cari, Temukan, dan Eksekusi, untuk mengatasi kekeringan di daerah," kata Ruslan, Senin (12/10/2026).
"Langkah ini kami lakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih di sejumlah wilayah di Provinsi Maluku," ujarnya.
Penanganan kekeringan tidak berhenti pada penyaluran air bersih. BWS Maluku memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait.
Pemantauan mencakup kondisi infrastruktur sumber daya air yang terdampak kekeringan, termasuk jaringan irigasi. Hasil pemantauan menjadi dasar menentukan kebutuhan dan langkah penanganan berikutnya.
Ruslan memastikan penyaluran air bersih di wilayah Kabupaten Maluku Tengah akan dilanjutkan sesuai hasil pemantauan dan kebutuhan warga terdampak.
Warga penerima bantuan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kekeringan. Apresiasi ditujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Arnold Ritiauw.
BWS Maluku terus memantau kebutuhan air bersih masyarakat sebagai dasar menentukan penanganan lanjutan apabila diperlukan.