MALUKU — Felipe Vellas dipercaya menyutradarai "Bateau Mouche", film drama yang diangkat dari tragedi tenggelamnya kapal Bateau Mouche IV di Teluk Guanabara, Rio de Janeiro, pada Malam Tahun Baru 1988. Proyek ini digarap Boutique Filmes bersama Anonymous Content Brazil, dengan naskah ditulis Gustavo Lipsztein yang sebelumnya sukses lewat serial Netflix "Radioactive Emergency" dan "The Endless Night". Insiden tersebut menewaskan 55 orang dan menjadi salah satu kecelakaan paling mengguncang dalam sejarah Brasil.
Kepercayaan ini diberikan setelah Vellas dan Boutique Filmes mencetak hasil besar lewat "Elize: Shadows of a Woman". Film itu memuncaki daftar film berbahasa non-Inggris terpopuler di Netflix secara global, dengan 17,4 juta penayangan dalam sepekan dan menembus posisi 10 besar di platform tersebut di 90 negara.
Kapal Bateau Mouche IV tenggelam di perairan Teluk Guanabara tepat sebelum pergantian tahun 1989. Sebanyak 55 orang tewas dalam insiden yang hingga kini masih dikenang sebagai salah satu tragedi paling memilukan di Brasil.
Filmnya akan menyoroti momen sebelum dan sesudah kecelakaan, dengan fokus pada kisah manusia dari para penumpang, awak kapal, dan keluarga mereka pada malam nahas tersebut. Naskahnya digarap Gustavo Lipsztein, penulis yang dikenal lewat sejumlah judul Netflix berbasis tragedi sejarah Brasil.
Partner Boutique Filmes, Gustavo Mello, menyebut proyek ini lahir dari kedekatan kerja sama mereka dengan Vellas, yang juga merupakan partner di Anonymous Content. "Kami punya kedekatan hebat saat mengerjakan 'Elise' dan merasa perlu mencari proyek lain bersama," kata Mello kepada Variety.
Mello menambahkan bahwa cerita Bateau Mouche menangkap semangat kolaborasi kedua rumah produksi. Menurutnya, tragedi ini terjadi saat Brasil baru memasuki era Republik Baru dengan harapan besar, namun diwarnai sistem yang penuh ketidakbertanggungjawaban.
Mello mengakui ada tanggung jawab besar ketika mengangkat kisah nyata seperti ini. Ia menekankan bahwa kebebasan kreatif harus tetap berpijak pada tanggung jawab etis agar keputusan yang diambil tidak melenceng.
Untuk merekonstruksi kecelakaan berskala besar, tim produksi tengah mencari solusi teknis yang tepat dengan memadukan efek praktikal dan VFX. Tujuannya agar film ini dieksekusi pada level artistik yang tinggi.
"Tragedi Bateau Mouche mencakup banyak kisah yang belum terungkap atau belum sepenuhnya dipahami, melibatkan korban, keluarga, orang biasa, selebritas, pahlawan, dan penjahat," ujar Vellas. "Peristiwa ini tidak pernah benar-benar mencapai kesimpulan. Film ini bertujuan menyajikan perspektif mereka yang terdampak langsung, baik pada malam itu maupun peristiwa setelahnya yang berlangsung lebih dari tiga dekade."
CEO Anonymous Content, Bárbara Teixeira, menyebut "Bateau Mouche" sejalan dengan misi perusahaan untuk menceritakan kisah bermakna budaya besar. Menurutnya, kecelakaan yang terjadi sesaat sebelum awal 1989 itu meninggalkan dampak mendalam bagi puluhan keluarga dan mengguncang seluruh negeri.
Ia menilai pendekatan yang memadukan rekonstruksi faktual dengan narasi dramatis berkualitas dapat menghidupkan kembali episode ini. Teixeira juga menyoroti soal tindakan ketidakbertanggungjawaban yang hingga kini belum sepenuhnya diselidiki maupun dihukum.
Bagi pasar film internasional, "Bateau Mouche" menambah deretan proyek drama sejarah Brasil yang menyasar penonton global lewat platform streaming, sekaligus menegaskan posisi Vellas sebagai salah satu sutradara yang diperhitungkan di kancah sinema Amerika Latin.