TKDN Mobil Listrik Naik Jadi 60 Persen Tahun Depan, GAC dan MG Klaim Siap

Penulis: Mustofa Kamal  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 13:06:31 WIB
Pemerintah mewajibkan TKDN mobil listrik mencapai 60 persen mulai tahun depan.

MALUKU — Pemerintah mewajibkan TKDN mobil listrik mencapai 60 persen mulai tahun depan, naik dari target 40 persen yang berlaku saat ini. Dua merek China di Indonesia, GAC AION dan MG Motors, menyatakan sudah berproses menuju angka tersebut dengan lokalisasi baterai sebagai kunci utama.

Kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen untuk mobil listrik akan mulai diberlakukan tahun depan. Aturan ini menjadi tahap lanjutan setelah sebelumnya produsen diwajibkan memenuhi TKDN 40 persen. Bagi merek-merek China yang agresif masuk ke pasar kendaraan listrik Indonesia, pertanyaannya sederhana: sanggup tidak mengejar dalam waktu tersisa?

GAC Indonesia dan MG Motors Indonesia menjadi dua pemain yang angkat bicara soal kesiapan mereka. Keduanya mengaku tidak terkejut dengan regulasi ini dan sudah menyiapkan strategi sejak jauh hari.

GAC AION Kejar TKDN 60 Persen di Awal 2027

Product Expert GAC AION Indonesia, Iqbal Taufiqurrahman, menyatakan pihaknya berkomitmen penuh mengikuti aturan yang berlaku. Saat ini mobil-mobil GAC AION disebut sudah mencapai TKDN 40 persen.

"Terkait TKDN 60 persen tahun depan, kami dari GAC Indonesia berkomitmen penuh dengan regulasi yang ada. Kami akan follow the regulation untuk tahun depan," ujar Iqbal di Bekasi, Jawa Barat.

Iqbal menambahkan bahwa perusahaannya sedang mempercepat proses untuk memenuhi target tersebut. Harapannya, di awal 2027, seluruh lini mobil listrik GAC AION sudah memenuhi syarat TKDN 60 persen.

"Sekarang kami masih berproses mengejar ke sana, mobil-mobil kami sudah TKDN 40 persen dan mengejar 60 persen di awal tahun, kita akan speed up semuanya," tambahnya.

MG Motors Fokus Selesaikan TKDN 40 Persen Tahun Ini

MG Motors Indonesia mengambil pendekatan bertahap. Head of Product MG Motors, Eko Fachruroji, menyebut tahun ini pihaknya memastikan dulu pencapaian TKDN 40 persen sebelum melangkah ke 60 persen.

"Terkait TKDN kami sudah mempersiapkan (strateginya). Tapi untuk tahun ini dipastikan masuk ke TKDN 40 persen (dulu). Nah, untuk menjawab regulasi pemerintah 2027 wajib 60 persen, itu sudah berjalan sekarang," kata Eko.

Pernyataan Eko menunjukkan bahwa proses menuju TKDN 60 persen bukan sesuatu yang baru dimulai. Persiapan sudah berjalan paralel dengan pemenuhan target tahun ini.

Lokalisasi Baterai Jadi Penentu Utama

Baik GAC maupun MG sepakat bahwa kunci untuk menaikkan TKDN dari 40 ke 60 persen terletak pada lokalisasi baterai. Komponen ini memiliki bobot terbesar dalam perhitungan TKDN kendaraan listrik.

"Jadi kalau di TKDN, komponen dengan pembobotan terbesar ada di baterai. Jadi lokalisasi baterai akan sangat signifikan," ujar Iqbal.

Artinya, tanpa memproduksi atau merakit baterai di dalam negeri, sulit bagi produsen mana pun untuk mencapai angka 60 persen. Kedua perusahaan mengaku sudah mengarah ke sana, meski belum merinci berapa investasi atau kapasitas produksi yang disiapkan.

Dampak ke Harga dan Pasar Mobil Listrik

Kenaikan TKDN berdampak langsung pada kelayakan insentif pemerintah. Produsen yang gagal memenuhi syarat berisiko kehilangan fasilitas pajak yang membuat harga mobil listrik tetap kompetitif. Bagi konsumen, aturan ini bisa berarti harga mobil listrik China tetap stabil jika produsen berhasil memenuhi target, atau justru naik jika mereka kesulitan.

Pemerintah belum merilis detail sanksi atau masa transisi bagi produsen yang tidak mencapai TKDN 60 persen tepat waktu. Yang jelas, tahun depan menjadi ujian nyata bagi klaim kesiapan GAC dan MG.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top