MALUKU — Sergei Loznitsa meraih penghargaan film terbaik di kompetisi resmi BFI London Film Festival 2026 lewat Imperium, sementara Asmahan Bkerat menang Grierson Award untuk Concrete Land. Edisi ke-70 festival ini menutup rangkaiannya dengan pemutaran perdana The Debut karya Jesse Eisenberg di Inggris. Penghargaan Sutherland Award untuk film panjang perdana jatuh ke 9 Temples to Heaven.
Imperium menyusun ulang footage Italia dari awal dekade 1970-an yang direkam di berbagai wilayah Uni Soviet. Hasilnya adalah potret keragaman sosial dan budaya negeri itu, kontras dengan citra resmi yang diproduksi negara pada era yang sama.
Juri LFF menyebut Imperium sebagai film luar biasa yang mengeksplorasi Uni Soviet awal 1970-an dari arsip kaya dengan perspektif luas. Menurut mereka, film itu memberi gambaran visual memukau tentang kehidupan sebelum Uni Soviet bubar.
Concrete Land garapan sutradara Palestina-Yordania Asmahan Bkerat mengikuti sebuah keluarga Bedouin Palestina yang terusir di Yordania. Bkerat menyebut keluarga dalam filmnya berperan besar membuatnya jatuh cinta pada pembuatan film dokumenter.
Juri memuji Concrete Land sebagai potret yang diamati dengan matang, percaya diri, dan dibangun lewat hubungan erat dengan para karakternya. Film ini dinilai relevan di tengah dunia yang bising dan kerap polemis, karena menampilkan ketangguhan serta martabat keluarga tersebut menghadapi upaya penghapusan budaya dan tradisi mereka.
Di kompetisi dokumenter, special mention diberikan kepada Queer Edward II arahan Theo Rollason. Film ini membuka arsip di balik layar set Edward II milik Derek Jarman, dengan latar legislasi anti-LGBTQIA+ di Inggris pada 1980-an.
Juri menilainya sebagai potret Jarman sebagai seniman sekaligus aktivis, memadukan footage proses produksi dengan arsip politik yang lebih luas. Queer Edward II disebut sebagai penghormatan yang tepat waktu atas sikap Jarman menuntut toleransi dan menolak prasangka.
Sutherland Award untuk kompetisi film panjang perdana diraih 9 Temples to Heaven sutradara Sompot Chidgasornpongse. Film road movie ini menjadi perwakilan Thailand untuk kategori film internasional di Oscar.
Kisahnya berangkat dari ramalan yang mendorong seorang nenek menua melakukan ziarah ke sembilan kuil bersama anak dan cucunya. Juri menyebutnya sebagai debut yang matang, spiritual, dan meditatif, dengan cerita soal hidup dan mati yang melampaui batas negara dan generasi.
Special mention di kategori ini diberikan kepada MASC arahan Bertil Nilsson, yang mengikuti Robin saat berpindah pekerjaan sementara dan menjalin hubungan yang belum pasti demi mencari tempatnya. Juri menyebut Nilsson sebagai suara baru yang menonjol di sinema Inggris.
Penghargaan film pendek direbut Aman garapan Rahul Roye. Film ini mengikuti seorang pria trans yang hidupnya berbelok menjelang operasi afirmasi gender, ketika ia mendapati dirinya hamil.
Juri terkesan pada sinematografi Aman yang seperti lukisan serta penceritaannya yang percaya diri. Mereka menilai film ini menolak memberi jawaban mudah atas kompleksitas yang diangkatnya, dan justru itu yang membuatnya memikat.
Special mention kategori film pendek jatuh ke Daughters of the Late Colonel karya Elizabeth Hobbs, tentang dua saudara perempuan paruh baya yang kehilangan arah setelah ayah mereka yang keras dan mengendalikan meninggal.
Rangkaian penghargaan LFF 2026 ditutup pemutaran perdana Inggris untuk The Debut, film Jesse Eisenberg dengan deretan bintang. Bagi industri film Asia Tenggara, kemenangan 9 Temples to Heaven menambah panjang catatan film kawasan yang mendapat pengakuan di festival kelas A Eropa.