Pencarian

Masalah Baterai Massal Mengintai Industri Mobil Listrik China, CATL Buka Suara

Senin, 07 September 2026 • 11:19:31 WIB
Masalah Baterai Massal Mengintai Industri Mobil Listrik China, CATL Buka Suara
Ketua CATL, Robin Zeng, menyoroti praktik pemangkasan proses validasi baterai di industri kendaraan listrik China dalam World Power Battery Conference 2026 di Yibin, Sichuan.

MALUKU — Industri kendaraan listrik China tengah berjalan di atas tali tipis. Di satu sisi, laju inovasi dan peluncuran produk baru mencapai rekor tertinggi dengan lebih dari 600 model meluncur sepanjang 2026. Di sisi lain, tekanan biaya yang ekstrem dikhawatirkan mengorbankan standar pengujian yang menjadi penjamin keselamatan baterai.

Peringatan keras disampaikan langsung oleh Ketua Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL), Robin Zeng, dalam ajang World Power Battery Conference 2026 di Yibin, Provinsi Sichuan, pada 3 September 2026. Ia menyoroti praktik pemangkasan proses validasi yang kian masif di kalangan pabrikan.

Efek Domino Perang Harga dan Risiko Cacat Produksi

Zeng menilai percepatan siklus pengembangan kendaraan listrik saat ini meningkatkan risiko kegagalan komponen secara signifikan. Ia bahkan menyebut telah terjadi kasus kegagalan baterai dalam jumlah besar pada sejumlah produk, meski enggan menyebutkan nama merek otomotif maupun pemasok sel yang terlibat.

Konflik antara kecepatan dan kualitas ini tidak bisa dilepaskan dari kondisi pasar. Sepanjang paruh pertama 2026, harga transaksi kendaraan listrik massal di China terus merosot. Tekanan ini menjalar hingga ke harga sel baterai lithium besi fosfat (LFP) yang kini berada di bawah 0,35 yuan per Wh atau setara 0,049 dolar AS per Wh.

Gugatan Raksasa dan Insiden "Baterai Pisang"

Kekhawatiran CATL bukan tanpa dasar. Jejak masalah kualitas baterai di China sudah tercatat jelas. Pada Desember 2025, anak usaha Geely, Viridi E-Mobility Technology, sempat menggugat produsen sel Sunwoda atas dugaan cacat produksi pada periode Juni 2021 hingga Desember 2023. Nilai tuntutannya mencapai 2,31 miliar yuan atau sekitar 323 juta dolar AS, yang akhirnya diselesaikan dengan pembayaran 608 juta yuan oleh Sunwoda.

Kasus lain yang tak kalah heboh melibatkan sel produksi CALB yang berdampak pada sekitar 213.000 unit kendaraan GAC Aion. Pemilik melaporkan keluhan mulai dari baterai menggelembung hingga kehilangan daya secara tiba-tiba. Insiden ini populer dengan sebutan "baterai pisang" lantaran sejumlah sel berubah bentuk melengkung. CALB pun terpaksa melakukan reformasi kualitas dan memperketat prosedur inspeksi.

Standar 1 PPM Dinilai Tak Lagi Relevan

Dalam paparannya, Zeng juga mengkritik standar industri yang selama ini menggunakan satuan parts per million (PPM) untuk mengukur tingkat cacat produksi. Logikanya sederhana: pada tingkat cacat 1 PPM, produksi satu miliar sel masih memungkinkan seribu sel bermasalah lolos ke lini manufaktur. Untuk paket baterai yang terdiri dari ratusan sel dalam konfigurasi seri, satu sel lemah saja bisa menurunkan performa keseluruhan sistem—fenomena yang dikenal sebagai efek barel.

CATL sendiri mengaku menerapkan target internal yang jauh lebih ketat, yakni maksimal satu cacat per miliar sel atau setara 1 PPB. Angka itu seribu kali lebih rendah dari standar umum. Meski begitu, perlu dicatat bahwa target tersebut merupakan standar rekayasa internal perusahaan, bukan hasil audit independen terhadap tingkat kegagalan armada di lapangan.

Unit Khusus dengan Hak Veto Jadi Garda Terdepan

Untuk menekan risiko kegagalan laten, CATL mengandalkan kelompok internal bernama Kelompok Penentang atau Duikangzu. Divisi yang telah beroperasi sejak perusahaan berdiri ini beranggotakan para ahli dari berbagai bidang—mulai elektrokimia, teknik mesin, hingga kecerdasan buatan.

Tugas unit ini adalah mencari potensi mode kegagalan tersembunyi dengan menguji baterai dalam berbagai skenario tekanan dan kondisi ekstrem. Uniknya, Kelompok Penentang memiliki kewenangan veto tunggal terhadap tonggak proyek dan pengiriman baterai yang dinilai belum layak. Di tengah gempuran efisiensi industri, keberadaan unit dengan kuasa semacam ini menjadi pengingat bahwa kualitas baterai tidak bisa sepenuhnya diserahkan pada kecepatan mesin produksi.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rctiplus.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks