Pencarian

Dishub Maluku Perkuat Angkutan Perintis di Wilayah 3T, Siapkan Kapal hingga Evaluasi Rute Udara

Jumat, 18 September 2026 • 08:01:32 WIB
Dishub Maluku Perkuat Angkutan Perintis di Wilayah 3T, Siapkan Kapal hingga Evaluasi Rute Udara

AMBON — Dinas Perhubungan Provinsi Maluku bergerak memperkuat layanan angkutan perintis di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T). Instruksi Kementerian Perhubungan RI itu disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam amanat Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 yang dibacakan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath di Ambon, Kamis, 17 September 2026.

Menhub menekankan transportasi bukan sekadar urusan kendaraan fisik. Menurutnya, transportasi adalah urat nadi sosial-ekonomi yang menyambung pulau dan menggerakkan ekonomi daerah.

Empat Pilar Pembenahan Sektor Transportasi

Dalam amanat tersebut, Menhub memaparkan empat pilar utama pembenahan transportasi. Pertama, penguatan angkutan perintis. Kedua, pengembangan angkutan massal perkotaan. Ketiga, integrasi antarmoda. Keempat, pembenahan sistem logistik daerah.

Keempat pilar itu menjadi acuan bagi jajaran Dishub Maluku dalam menyusun program kerja tahun ini. Fokus utamanya menyentuh langsung kebutuhan warga kepulauan yang selama ini bergantung pada angkutan perintis.

Kapal Perintis dan Tol Laut Disiapkan untuk Mobilitas Warga

Dishub Provinsi Maluku di bawah pimpinan Semuel E. Huwae telah merumuskan usulan trayek angkutan laut perintis dan Tol Laut. Perumusan itu berbasis kebutuhan riil masyarakat kepulauan, bukan asumsi di atas kertas.

Dishub Maluku berkolaborasi dengan Perumda Panca Karya menyiagakan KMP Bahtera Nusantara 02. Kapal itu disiapkan untuk menjaga kelancaran mobilitas warga antarpulau.

Rute Ambon–Banda, Ambon–Wahai, dan Ambon–Kisar Dievaluasi Berkala

Evaluasi berkala terhadap penerbangan perintis rute Ambon–Banda, Ambon–Wahai, dan Ambon–Kisar terus dilakukan. Tingkat keterisian penumpang di tiga rute itu tercatat amat tinggi.

Tingginya okupansi menjadi pertimbangan tersendiri bagi Dishub Maluku. Rute-rute tersebut menjadi tulang punggung konektivitas warga di sejumlah pulau kecil yang tidak punya akses transportasi lain.

Bongkar Muat Komoditas Lokal di Pelabuhan Rakyat Dib benahi

Dishub Maluku juga memprioritaskan pembenahan proses bongkar muat hasil komoditas lokal seperti perikanan dan pertanian di pelabuhan rakyat. Langkah ini memastikan produk lokal unggulan dapat langsung didistribusikan ke pasar nasional.

Pembenahan itu diarahkan untuk memangkas hambatan birokrasi dan logistik. Selama ini, proses bongkar muat yang lambat di pelabuhan rakyat kerap membuat komoditas perikanan dan pertanian terlambat masuk pasar.

Dampak yang Diharapkan bagi Warga Kepulauan

Penguatan angkutan perintis di wilayah 3T diharapkan menekan disparitas harga logistik antarpulau. Selama ini, warga di pulau-pulau terluar Maluku menanggung harga barang lebih mahal karena biaya angkut yang tinggi.

Dengan trayek perintis dan Tol Laut yang berbasis kebutuhan riil, distribusi barang diharapkan lebih lancar. Produk lokal unggulan Maluku juga berpeluang menembus pasar nasional tanpa terhambat proses bongkar muat di pelabuhan rakyat.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks