Pemerintah Provinsi Maluku meraih penghargaan Terbaik I Kategori Akses Pendidikan dan Layanan Pendidikan Tingkat Provinsi dari Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan disertai dana stimulan Rp2 miliar untuk mendukung kinerja pemprov dalam memperluas layanan pendidikan di wilayah kepulauan. Capaian ini dinilai penting karena Maluku harus menjangkau warga di 11 kabupaten/kota yang tersebar di gugus pulau.
AMBON — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyebut penghargaan dari Kemendagri sebagai capaian penting bagi daerah kepulauan yang menghadapi tantangan geografis dalam menjangkau masyarakat terpencil. Penghargaan disertai dana stimulan Rp2 miliar yang akan dipakai memperkuat kinerja pemerintah provinsi.
Menurut Gubernur, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pemerataan akses pendidikan di 11 kabupaten/kota di Maluku.
Dana Stimulan Rp2 Miliar untuk Perkuat Layanan Pendidikan
Dana stimulan senilai Rp2 miliar menjadi bagian dari penghargaan yang diterima Pemprov Maluku. Gubernur menilai capaian itu bukan semata-mata prestasi pemerintah provinsi, tetapi juga berarti bagi masyarakat yang selama ini menghadapi tantangan geografis dalam memperoleh layanan pendidikan.
"Penghargaan ini sangat berarti bukan cuma bagi pemerintah, tetapi bagi masyarakat dan 11 kabupaten/kota di Maluku," ujar Hendrik Lewerissa.
Dana tersebut, kata Gubernur, akan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan akses sekaligus kualitas layanan pendidikan, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Wilayah Gugus Pulau Jadi Tantangan Utama Pemerataan
Kondisi geografis Maluku sebagai wilayah gugus pulau membuat pendekatan pelayanan pendidikan tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Gubernur menegaskan upaya pemerataan perlu terus diperkuat agar layanan mampu menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
"Sungguh ini satu acara yang dapat merangsang kinerja pemerintah daerah. Kami sendiri di Maluku mendapat penghargaan nomor satu di bidang akses masyarakat untuk pendidikan. Tidak mudah memang untuk mendapat akses pendidikan di daerah kepulauan seperti Maluku," kata Hendrik.
Ia menilai capaian itu juga menjadi pengingat bahwa tantangan geografis tidak bisa diabaikan dalam merancang program pendidikan.
Fokus Berikutnya: Daerah 3T dan Digitalisasi Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Sarlota Singerin menyatakan penghargaan tersebut akan menjadi pemacu untuk memperluas layanan pendidikan hingga wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
"Penghargaan Terbaik I ini kami maknai sebagai motivasi untuk terus menata dan meningkatkan akses layanan pendidikan, khususnya di daerah 3T di Provinsi Maluku," katanya.
Menurut Sarlota, penguatan transformasi dan digitalisasi pendidikan dinilai penting untuk membantu memperluas jangkauan layanan di wilayah kepulauan.
"Walau kondisi geografis gugus pulau membatasi, semangat dari semua pihak memastikan akses layanan untuk transformasi dan digitalisasi pendidikan dapat dirasakan sampai ke puncak gunung dan perbatasan wilayah," ujarnya.
Penghargaan dari Kemendagri diharapkan menjadi dorongan bagi Pemprov Maluku untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian pemerataan pendidikan di seluruh wilayah kepulauan.