AMBON — Mama Ivon bukan satu-satunya warga yang datang ke Galala dan Hative Kecil untuk mencari rezeki. Sepanjang Lomba Baris Indah berlangsung, aktivitas ekonomi kecil tumbuh di sekitar lokasi. Warga yang menonton membutuhkan makanan, minuman, dan keperluan lain.
Perempuan 43 tahun itu mengaku mulai berjualan sekitar pukul 12.00 WIT. Lokasi lapaknya dipilih tidak jauh dari garis finis, tempat peserta dan masyarakat berkumpul setelah rombongan menyelesaikan perlombaan.
Pilihan itu bukan tanpa alasan. Semakin ramai orang berkumpul, semakin besar peluang dagangannya dibeli.
Dari Es Sarang Burung, Rp200 Ribu Masuk Kantong
Di hadapannya berjajar gelas-gelas es sarang burung dan es buah. Minuman dingin itu menjadi pilihan sederhana bagi warga yang butuh pelepas dahaga setelah berlama-lama berdiri di bawah terik matahari.
Hari itu, dari dagangan yang dijajakannya, Mama Ivon memperoleh sekitar Rp200 ribu. Nilai itu mungkin tidak besar dibandingkan skala perhelatan yang mendatangkan banyak orang. Namun bagi pedagang kecil, setiap pembeli berarti tambahan pemasukan.
Ia mengaku tidak bekerja sendirian. Beberapa temannya turut membantu menyiapkan dan melayani pembeli.
Alasan Pindah Lapak: Tak Ingin Pedagang Lain Kurang Nyaman
Ini merupakan kali pertama Mama Ivon berjualan di lokasi tersebut. Sebelumnya, ia sempat membuka lapak di depan sebuah toko.
Ia kemudian berpindah setelah merasa keberadaannya membuat pedagang lain kurang nyaman. Mama Ivon memilih tidak memperpanjang persoalan.
"Kalau berjualan di sampingnya sebenarnya tidak ada masalah. Rezeki seseorang itu Tuhan sudah atur," katanya.
Peserta Pingsan usai Masuk Finis
Dari tempatnya berjualan, Mama Ivon menyaksikan perjuangan para peserta. Matahari yang menyengat menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang harus berjalan dan berbaris hingga garis finis.
Ia bahkan melihat sejumlah peserta jatuh dan pingsan setelah menyelesaikan perlombaan.
"Memang ada peserta yang selesai masuk finis ada yang pingsan, mungkin karena cuaca terlalu terik," tuturnya.
Arus Kendaraan Padat, Petugas Lalu Lintas Membantu Pengaturan
Mama Ivon juga memperhatikan situasi jalan selama perlombaan. Arus kendaraan cukup padat. Menurut dia, petugas kepolisian lalu lintas membantu mengatur kendaraan sehingga kondisi tetap aman dan terkendali.
Ia berharap pelaksanaan Lomba Baris Indah pada masa mendatang dapat berlangsung lebih baik.
"Harapannya, semoga pelaksanaan ke depan lebih baik dari hari ini," katanya.
Keramaian yang Menyimpan Peluang
Barisan peserta terus bergerak melewati jalur perlombaan hingga sore. Penonton datang dan pergi. Kendaraan melintas dengan pengaturan petugas.
Di tengah semua itu, Mama Ivon tetap berada di tempatnya, menunggu pembeli berikutnya. Baginya, Lomba Baris Indah telah menjadi lebih dari sekadar perhelatan yang menghibur masyarakat.
Ada kesempatan ekonomi yang muncul dari kerumunan itu, meski hanya berlangsung selama kegiatan. Di antara suara aba-aba, langkah kaki peserta, dan kerumunan penonton yang menanti barisan mencapai finis, gelas-gelas es sarang burung dan es buah Mama Ivon menjadi bagian kecil dari cerita lain tentang sebuah perhelatan.
Ketika sebagian orang datang untuk menonton, sebagian lainnya datang membawa kesempatan untuk pulang dengan membawa rezeki.