Polda Maluku menggandeng Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Ambon untuk memperkuat pembinaan generasi muda sebagai upaya mencegah potensi konflik sosial. Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menerima audiensi pengurus BKPRMI Kota Ambon di Ruang Tamu Polda Maluku, Ambon. Kolaborasi ini menyasar penguatan peran masjid sebagai pusat pembinaan remaja dan pemuda.
AMBON — Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menekankan pentingnya peran organisasi kepemudaan berbasis keagamaan dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat majemuk. Ambon dinilainya sebagai pusat aktivitas Maluku yang dihuni beragam suku, agama, dan latar belakang sosial.
Karena itu, Polda Maluku berharap BKPRMI Kota Ambon mengambil posisi strategis dalam membangun generasi muda yang religius, sadar hukum, dan menjadi pelopor perdamaian. Harapan itu disampaikan Kapolda saat menerima audiensi pengurus BKPRMI di Ruang Tamu Polda Maluku, Ambon.
Masjid Didorong Jadi Pusat Pembinaan Remaja
Dalam pertemuan itu, Kapolda mengajak BKPRMI memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda. Masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang pendidikan Al-Qur'an, pembentukan karakter, peningkatan kesadaran hukum, pembelajaran teknologi, dan pengembangan keterampilan.
Dadang juga mendorong BKPRMI mengembangkan satu masjid percontohan di Kota Ambon. Masjid itu diharapkan menjadi pusat pembinaan dan pemberdayaan generasi muda yang bisa direplikasi ke wilayah lain.
"Ambon merupakan pusat aktivitas masyarakat Maluku dengan keberagaman suku, agama dan berbagai latar belakang sosial. Karena itu, kami berharap BKPRMI dapat mengambil peran strategis dalam membangun generasi muda yang religius, memiliki kesadaran hukum serta menjadi pelopor perdamaian di tengah masyarakat," kata Kapolda.
Pertikaian Antarkelompok Pemuda Jadi Perhatian
Pembinaan pemuda dinilai perlu dilakukan sejak dini. Berbagai persoalan sosial, termasuk pertikaian antarkelompok pemuda, berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih luas apabila tidak ditangani sejak awal.
Perkembangan teknologi informasi dan media sosial menambah tantangan menjaga keamanan. Suatu peristiwa dapat menyebar cepat dan memengaruhi persepsi masyarakat di wilayah lain.
Karena itu, BKPRMI diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan. Organisasi ini diminta menjangkau remaja dan pemuda yang belum terlibat dalam aktivitas masjid maupun kegiatan sosial produktif.
Kapolda menilai kegiatan pembinaan perlu dikemas menarik agar meningkatkan keterlibatan remaja dan pemuda. Baik dalam kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
BKPRMI Sambut Kerja Sama Pembinaan Remaja Masjid
Ketua Umum BKPRMI Kota Ambon La Arufin menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan arahan Kapolda Maluku. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal penguatan kerja sama antara BKPRMI dan Polda Maluku dalam pembinaan remaja masjid di Kota Ambon.
Polda Maluku dan BKPRMI Kota Ambon selanjutnya berkomitmen memperkuat komunikasi dan koordinasi. Kerja sama itu diarahkan untuk mendukung pembinaan generasi muda serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.